Ana Mardiana
Universitas PGRI Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSEP BATANGHARI SEMBILAN DALAM SEJARAH DAN KEBUDAYAAN MELAYU SUMATERA SELATAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL Ana Mardiana; Muhamad Idris; Wandiyo Wandiyo
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8959

Abstract

Sumatera bagian Selatan merupakan salah satu kepulauan terbesar di Indonesia yang begitu banyak memiliki kekayaan budaya yang begitu beragam di setiap daerahnya. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana konsep Batanghari Sembilan dalam sejarah dan kebudayaan Melayu Sumatera Selatan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep Batanghari Sembilan dalam sejarah dan kebudayaan Melayu Sumatera Selatan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajarah sejarah lokal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian seperti wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengambilan nama Batanghari Sembilan itu sebenarnya mengikut kepada adanya Sembilan anak sungai Musi. Daerah aliran sungai Musi, Ogan, Komering, Lematang, Kelingi, Rawas, Batanghari Leko, Banyuasin dan Lalan. Sebagian besar penduduk yang berada di daerah Uluan umumnya hidup berkelompok di tepi sungai sehingga pola permukiman penduduk di wilayah itu tidak sama. Sementara itu, di daerah Iliran, yaitu wilayah Timur yang terdiri dari dataran rendah dan pantai dan pantai (rawa-rawa dan paya-paya sehingga tidak cocok untuk pertanian), penduduknya sangat jarang. Dalam pembelajaran sejarah di sekolah sebagai guru haruslah banyak membaca buku dari berbagai sumber referensi yang berhubungan dengan materi pembelajaran sejarah agar pembelajaran sejarah lebih efektif dan efesien. Untuk mengangkat nilai moral yang berbudayakan kelokalan agar pelajaran sejarah lebih efektif dalam menanamkan konsep Batanghari Sembilan dalam sejarah dan kebudayaan Melayu Sumatera Selatan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal.