Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PEMILIHAN RANGE UMUR TERBAIK POTENSI TENAGA TERAMPIL BIDANG KONSTRUKSI DI DESA OMA PULAU HARUKU DENGAN METODE MCMD WEIGHT AVERAGE Lenora Leuhery; Selviana Walsen
JURNAL SIMETRIK Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v12i1.895

Abstract

Pulau Haruku sebagai salah satu pulau dengan kekayaan alam memiliki berbagai potensi  dalam memajukan kehidupan masyarakatnya sendiri. Di pulau Haruku terdapat Desa Oma yang memiliki sektor ekonomi yang paling menonjol adalah dari sisi perkebunan, perikanan dan pariwisata. Dalam pengembangan sektor-sektor tersebut maka dibutuhkan infrakstruktur penunjang dalam membantu masyarakat. Untuk itu kemandirian masyarakat daerah dalam memajukan daerah tempat tinggal menjadi kunci dalam pengembangan ekonomi suatu daerah. Sehingga dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi jumlah tenaga terampil bidang konstruksi dan menganalisis usia terbaik untuk mendapatkan tenaga terampil konstruksi. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan keputusan yaitu dengan metode Multy Criteria Multy Decision Weight Average. Metode ini berupa perkalian matriks umur dan kriteria dari kebutuhan penelitian, dalam hal ini berupa keterampilan yang dipakai sebagai tolak ukur. Pengambilan sampel untuk metode ini adalah mencakup 6 dusun pada Negeri Oma. Hasil analisis awal kuisioner, terlihat bahwa kemampuan tenaga terampil konstruksi untuk rerata keseluruhan umur dalam bidang tukang beton dan pondasi memiliki kemampuan yang sangat baik, dan untuk bidang kayu bekisting dinilai baik, dan untuk pekerjaan rangka alumunium masih sangat kurang. Sehingga perlu ditingkatkan kemampuan tenaga terampil di bidang alumunium, karena mengikuti perkembangan teknologi konstruksi yang lebih modern dengan menggunakan bahan baku konstruksi berupa alumunium, khususnya dalam membangun sektor pariwisata di Negeri Oma. Berdasarkan analisis pemilihan range umur terbaik dalam tenaga konstruksi, untuk peringkat pertama adalah pada range umur 46-65, peringkat kedua adalah 36-45, peringkat ketiga adalah 26-35, dan peringkat terakhir adalah pada range umur 17-25 tahun.
Analysis of Operational Performance Levels of Urban Road Sections in Ambon City Lenora Leuhery
International Journal Science and Technology Vol. 5 No. 2 (2026): July: International Journal Science and Technology
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/ijst.v5i2.3043

Abstract

Urban road congestion in Ambon City is influenced by high traffic demand and intensive roadside activities, particularly along commercial corridors, which reduce effective road capacity and disrupt traffic flow. Objective: This study aims to evaluate the operational performance of selected urban road sections in Ambon City and identify critical corridors requiring priority traffic-management interventions. Methodology: An analytical–numerical approach based on the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI 1997) was applied. Primary data were collected through field observations and traffic-volume counts at seven observation points along Jl. Slamet Riyadi, Jl. Tulukabessy, Jl. Rijali, Jl. Kakialy, and Jl. Diponegoro. Traffic flow (Q), road capacity (C), and degree of saturation (DS) were analyzed to determine operational performance. Findings: Jl. Slamet Riyadi (DS = 1.30), Jl. Tulukabessy (DS = 1.68), and Jl. Kakialy (DS = 1.09) operate at Level F, indicating forced-flow conditions where traffic demand exceeds practical capacity. In contrast, the three observation points on Jl. Rijali recorded DS values of 0.14–0.69, while Jl. Diponegoro recorded a DS of 0.61, indicating free-to-stable traffic conditions. Implications: Traffic-management interventions should prioritize Jl. Tulukabessy, Jl. Slamet Riyadi, and Jl. Kakialy through parking control, reduction of roadside friction, regulation of roadside access, and feasible geometric improvements. These findings can support local authorities in prioritizing traffic-management and infrastructure programs. Originality: This study integrates empirical traffic flow, capacity, and saturation measurements with localized traffic-conflict conditions across strategic urban corridors, extending MKJI 1997 from conventional capacity analysis into a practical framework for identifying and prioritizing critical urban road interventions.