Samsul Bahri
Universitas Satyagama Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FILSAFAT PENDIDIKAN YANG MEMBEBASKAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Samsul Bahri
Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Vol. 13 No. 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.898 KB) | DOI: 10.24239/rsy.v13i2.268

Abstract

This paper examines the liberating philosophy of education in the perspective of Islamic education. The method used is descriptive-analytical with historical approach. This study found that liberation education philosophy became a mission in the world of Islamic education and has occurred in the time of the Prophet Muhammad until the golden age of Islam. However, after the decline of the Islamic world until now virtually a dichotomous virus has occurred, even liberation education philosophy no longer occurs in the world of Islamic education. Therefore, Islamic education should be able to be a means of liberation to prepare learners to plunge in people's lives. In addition, the dichotomy of science should be abolished by the view that science is all derived from Islam. Liberate education will be realized if Islamic education is willing to reorient: Having a clear vision, mission, and strategic orientation. Strong social, intellectual and moral legitimacy.to the society and respond to the demands of the era Managed with modern management that is professional, rational, open, accountable, humanist, has access, cooperation and global partnership.
Paradigma Pembelajaran Conditioning dalam Perspektif Pendidikan Islam Samsul Bahri
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.171 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v12i2.1581

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang paradigma pembelajaran conditioning dalam perspektif pendidikan Islam. Metode yang digunakan deskriptis analisis,Kajian membuktikan beberapa kesimpulan: Pertama: bahwa paradigma teori belajar behavorisme hanya mempelajari psikologi empiris positif, yang menghilangkan makna jiwa dari tingkah laku. Sementara itu, teori belajar dalam Islam memandang makna jiwa dan tingkah laku menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kedua, kajian ini juga membuktikan bahwa teori belajar conditioning, teori belajar paling rendah dalam teori Ibn Miskawaih yakni hanya penguatan daya nafsu al-bahimiyyat, (jasmani) belum sampai daya al-ghadabiyyat dan yang tertinggi daya al-nathiqat.Ketiga, penelitian ini juga membuktikan teori belajar conditioning bukan hal yang baru, karena sudah ada Ibnu Sina menggunakan talqin suatu metode yang cara kerjanya berulang-ulang sampai mereka hafal dan menggunakan metode pembiasaan dalam proses pengajaran.Keempat, dalam Islam, belajar instrumen (alat) untuk mendapatkan pengalaman atau pengetahuan baru adalah akal dan hati. Akal (al-aql) berfungsi menjelaskan sesuatu lebih kepada ranah yang lebih umum dan praktis dan hanya mampu menjangkau hal-hal empiris, sedangkan hati (qalb) mampu memahami sesuatu secara lebih mendalam, baik hal-hal yang sifatnya fisik (empiris) maupun metafisik. akal mengelola informasi yang didapatkan melalui suatu proses, sedangkan hati menerima ilmu yang melalui suatu proses maupun ladunni. Katakunci: Pembelajaran, conditioning, pendidikan Islam