Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DIALEKTIKA AL-QUR'AN DENGAN POLA PIKIR KEBERAGAMAAN MASYARAKAT ARAB: Analisis Psiko-Sosial Wathani, Syamsul
Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.329 KB) | DOI: 10.22515/islimus.v1i2.429

Abstract

This article discusses the mindset of Arab society towards religion which is answered and it was changed after the Koran came. This relationship is dialectic, the Arab community as khitab al-Quran. The approach used by the social history of social psychoanalysis. With this approach, this article found some important conclusions. (1) Social history emphasizes that geographic factors, psychological, and social culture have shaped their social siko. Psycho-social impact on their perspectives on God and Religion. God was related to a god (dewa) who can help the biological necessities of life, although not psychologically soothing. As the unsound of the psico-social condition, the way they understand the religions is not correct. They profess religion, somehow does not feel the presence of God. The more they worship Gods, the more discrepancies, social injustices, and tyranny happen. Responding to that matter, the Quran apply persuasive method as the advice (al-din al-nasihah), and discussion (jidal) as their way of thought on religion. (2) The Qur'an came alter their patterns of psychological evolution, from an-nafs al-ammara as bi-su society into an-nafs al-lawwamah, until in the end, they had a quiet soul (an-nafs al-Mutmainnah)
Tradisi Berpikir dalam Usul Fikih (Memetakan Porsi, Posisi dan Proporsi Akal Sebagai Nalar Berpikir dalam Hukum Islam) Wathani, Syamsul
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3666.905 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v9i2.491

Abstract

Artikel ini membahas akal sebagai sebuah nalar berfikir dalam tradisi usul fikih. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kategoris-kritis, untuk melihat dan memetakan porsi, posisi dan proporsi akal sebagai alat atau metode dalam melahirkan hukum Islam. Artikel ini diharapkan bisa memetakan dan menempatkan akal secara bijak dalam peran dan aktivitasnya sebagai perangkat dalam mengeluarkan hukum Islam. Meletakkan akal sebagai metode berfikir hukum Islam di tempatnya secara proporsional. Memberikan pandangan mengenai penggunakan akal sebagai sebuah concern dalam tradisi kajian usul fikih. Serta menghilangkan justifikasi negatif mengenai penggunaan akal dalam melahirkan hukum agama.
Konfigurasi Nalar Tafsīr al-Maqāṣidī: Pendekatan Sistem Interpretasi Wathani, Syamsul
SUHUF Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v9i2.156

Abstract

This article discusses the concept of maqāṣid al-sharīʻah (the goal of sharia) as a basis of the interpretation of the Qur'an. The points to be discussed are focused on two lines, namely the paradigm of tafsīr al-maqāṣidī (the goal interpretation) and the configuration of the reason of tafsīr al-maqāṣidī. The approach used is the hermeneutic approach within the framework of the structure of the interpretation system. It is by using the approach and the analysis, this article draws conclusions to the three lines of the understanding on the tafsīr al-maqāṣidī: (1) The paradigm of tafsīr al-maqāṣidī is the perspective toward the Qur'an and its interpretation along with the concept of maqāṣid al-sharīʻah as the starting point, working with the emphasis on the harmonization between the text and the spirit of justice as has been conceptualized in the theory of maqāṣid al-sharīʻah. Thus, tafsīr al-maqāṣidī emphasizes logical reasoning for the public benefit to be more powerful than the text reasoning. (2) Hermeneutical reasoning of tafsīr al-maqāṣidī is supported by three pillars of awareness: the historical, theoretical, and practical awareness. The three pillars are then actualized in the step of interpretation covering: contextualization, decontextualization, and ends with a re-contextualization. (3) As a system of interpretation, tafsīr al-maqāṣidī passes the way of interpretation through the rules of linguistic, the analysis of hermeneutics and the analysis of public benefit (maṣlaḥah). Keywords Maqāṣid al-sharīʻah, hermeneutics, interpretation system, tafsīr al-maqāṣidī.
Epistemologi Ta’wil al-Qur’an: Sistem Interpretasi al-Qur’an Menurut Ibn Qutaybah Syamsul Wathani
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.049 KB) | DOI: 10.15408/quhas.v4i1.2281

Abstract

Artikel ini mendiskusikan ta’wil sebagai sistem interpretasi. Ia berusaha untuk memformulasikan ta’wil secara epistemologis sebagai sistem yang berbeda. Ta’wil di sini dideduksi dari pemikiran Ibn Qutaybah di dalam karyanya Ta’wil Mushkil al-Qur’an dan Ta’wil Mukhtalif al-Hadith. Pemikirannya tentang interpretasi akan dikaji dengan menggunakan teori hermeneutika dan epistemologi. Artikel ini bertujuan untuk memformulasikan pemikiran Ibn Qutaybah dalam skema sistematis sehingga metode ta’wil al-Qur’an yang akadamik dapat disimpulkan darinya.
Paradigma Sintesis Tafsir Teks Al-Qur’an Menimbang Hermeneutika Pemaknaan Teks Jorge J.E Gracia Sebagai Teori Penafsiran Tekstual al-Qur’an Syamsul Wathani
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.259 KB) | DOI: 10.15408/quhas.v5i1.13418

Abstract

Artikel ini membahas konsep hermeneutika pemaknaan teks Jorge J.E Gracia sebagai teori penafsiran tekstual al-Qur’an, dengan tiga poin pokok bahasan: (i) narasi tekstualitas al-Qur’an sebagai obyek penafsiran (ii) hermeneutika teks Jorge J.E Gracia dan (iii) paradigma tafsir tekstual terhadap al-Qur’an.  Pola kajian artikel ini diarahkan pada analisis interpretatif-strukturasi,  dengan melakukan analisis isi (content analysis) pada karya utama tokoh. Artikel ini menemukan bahwa: (1) Konsep teks al-Qur’an atau al-Naṣṣ adalah kesadaran utama, sebab al-Qur’an adalah sesuatu terbaca/tersentuh (al-Maktūb), ia memiliki entitas hurf, al-Qur’an, al-kitab, ayat, kalimat dan al-risalah.  (2) Nalar hermeneutis pemaknaan teks ala Gracia mengurai kesalahpahaman (misunderstanding) teks, dengan metode the development of textual interpretation, untuk menjembatani kesejarahan teks dengan keadaan audiens. (3) Paradigma tafsir tekstual dengan konsep “al-nash” bekerja dengan menekankan pada adanya pemahaman yang baik atas teks, audiens, konteks, karena teks al-Qur’an itu tidak sebatas tertulis dalam sebuah bentuk (form), ia begitu kompleks, ia sebuah konstruksi (construction), kombinasi (combination) dan korelasi (correlation).
TAFSIR ALQURAN DAN KEKUASAAN POLITIK DI INDONESIA (Persfektif Analisis Wacana Dan Dialektika) Syamsul Wathani
Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alqur'an dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7093.197 KB) | DOI: 10.32459/nun.v2i1.6

Abstract

Dinamika yang diperlihat kan dalam disertasi ini setidaknyamemberkan wawasan khazanah kajian Alquran yang sangat beragam.Alquran berdialektika dengan ragam domain, salah satunya domainkekuasaan. Dalam konteks kekuasaan, di indonesia sejarah tafsirAlquran telah melewati fase unik dimana ia diperlakukan olehpenguasaan dan penderita, sebagaimana juga halnya yang dialamioleh Farid Esack di Afrika Selatan. Ada banyak yang dapat di kajidari dialektika tafsir Alquran dengan praktik rezim orde baru.Diantaranya; latar belakang mufassir yang beragam, mulai dari ahliagam hingga ahli ekonomi. Identitas mufassir yang beragam, mulaidari akdemisi hingga politisi. Dan media tafsir yang beragam, mulaidari ceramah islami hingga publikasi televisi.
Tartib Al-ayat Wa Al-suwar : Kajian Pemikiran Imam Al-Zarqani Zaenul Arifin; Syamsul Wathani
Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 1 No 2 (2021): Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/aliflam.v2i1.286

Abstract

The Qur'an is a miracle of the Prophet Muhammad SAW which was revealed to him gradually through the intermediary of the angel Gabriel, and certainly not in the form of a manuscript text that can be read and found as it is today. However, in its development the Qur'an went through many phases such as the Qur'an orally, the codification period to the period of perfecting punctuation, diacritics to the composition of the verses and letters. This research departs from the differences of opinion among scholars in responding to the process of collecting the Qur'an to the stage of compiling verses and letters in the Qur'an. -verse Wa Al-suwar and what are the implications of Tarti>bul Al-ayat wa Al-suwar on the authenticity of the Qur'an. So this study aims to answer these two problems. The nature of this research is qualitative and uses the Interpretative-analytical method, namely by collecting the results of the interpretation or opinion of a character by impressing on a theory. The data obtained will be analyzed according to scientific theories with the provisions of analytical guidelines and according to the rules of writing scientific papers. The results of this study indicate that the arrangement of the verses of the Qur'an is already a provision from the Prophet while the arrangement of the letters is partly tauqifi and partly ijtihadi.
AL-I’TIZ?L?T DALAM TAFSIR ANW?R AL-TANZ?L WA ASR?R AL-TA’W?L KARYA AL-BAI?AWI Syamsul Wathani
el-'Umdah Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.049 KB) | DOI: 10.20414/el-umdah.v1i1.411

Abstract

Penafsiran al-Qur’an menampakkan kontestasi ideologi oleh para mufassirnya, sebagaimana yang terjadi di era afrmatif perjalanan tafsir al-Qur’an. Kontestasi ini dirasakan secara lansung maupun tidak lansung berupa keterpengaruhan intelektual. Artikel ini membuktikan tesis tersebut, dengan menemukan adanya beberapa ajaran kemu’tazilahan (I’tiz?l?t) dalam tafsir Anw?r al-Tanz?l karya al-Bai??wi yang notabene nya seorang sunni. al-Bai??wi menawarkan penafsiran seperti mu’tazilah dalam memahami ayat eskatologis semisal: azab kubur, bertemu Tuhan dll. Dalam analisis tafsirnya, al-Bai??wi terlihat memiliki kekaguman kepada sosok al-Zamakhshariy, sehingga membuat analisis tafsirnya seolah mengandung atau meng-iyakan ajaran/ faham mu’tazilah (I’tiz?l?t)
KRITIK SALIM AL-JAbI ATAS HERMENEUTIKA MUHAMMAD SYAHRUR Syamsul Wathani
el-'Umdah Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.92 KB) | DOI: 10.20414/el-umdah.v1i2.550

Abstract

Criticism in interpretation studies shows a new phase of the interpretation of the Qur’an in contemporary academic studies of the Qur’an. Muhammad Syahrur is a fgure who became the object of criticism for some of his renewed ideas in contemporary studies of the Qur’an which are packaged in hermeneutics. Mahir al-Munanjad passed his book al-iskâ liyat Qirâ ah and Salim al-Jabi, al-Qirâ ‘at al-Mu’â shirat. This article focuses on Al-Jabi thinking with analysis on critical points. Al-Jabi made anBacademic criticism of Syahrur’s study, especially in the pattern of the approach used by Syahrur. Al-Jabi offers textual-contextual criticisms of the Shahrur approach patterned on language and thematic-historical analysis, which are often not in the context of the verses of the Qur’an.
Tradisi Berpikir dalam Usul Fikih (Memetakan Porsi, Posisi dan Proporsi Akal Sebagai Nalar Berpikir dalam Hukum Islam) Syamsul Wathani
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3666.905 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v9i2.491

Abstract

Artikel ini membahas akal sebagai sebuah nalar berfikir dalam tradisi usul fikih. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kategoris-kritis, untuk melihat dan memetakan porsi, posisi dan proporsi akal sebagai alat atau metode dalam melahirkan hukum Islam. Artikel ini diharapkan bisa memetakan dan menempatkan akal secara bijak dalam peran dan aktivitasnya sebagai perangkat dalam mengeluarkan hukum Islam. Meletakkan akal sebagai metode berfikir hukum Islam di tempatnya secara proporsional. Memberikan pandangan mengenai penggunakan akal sebagai sebuah concern dalam tradisi kajian usul fikih. Serta menghilangkan justifikasi negatif mengenai penggunaan akal dalam melahirkan hukum agama.