Studies of the Sunnah and Hadith to date have never ceased to be discussed even in criticism. Historically the Sunnah and hadith originated from the original Prophet Muhammad. However, this is not the same in an Orientalist perspective where the concept of sunnah and hadith is actually positioned as the work of Arabic Ulama which is usually developed by generations of friends and tabi'in. The questions that lie behind Fazlur Rahman give their approval through various originalist debates which Rahman considers to have understood the true concept of the Sunna and Hadith. The results of Fazlur Rahman thoughts show that, basically the Sunna and hadith remain from the Prophet Muhammad. Thus, this paper is here to provide concepts related to fazlur Rahman how the concepts and their validity of Islamic modernity of hadits. Kajian terhadap Sunnah dan Hadits sampai saat ini tidak pernah berhenti untuk diperbincangkan bahkan sampai di kritik mulai dari keserjanaan barat yakni kalangan orientalis yang tidak begitu percaya terhadap keotentikan sebuah hadits. Secara historis sunah dan hadis asli bersumber dari Nabi Muhammad Saw. Namun, hal ini tidak senada dalam perspektif orientalis yang dimana konsep sunah dan hadis sebenarnya diposisikan sebagai hasil karya-karya ulama Arab yang biasanya dikemabangkan oleh generasi sahabat dan tabiāin. Berangkat dari asumsi-asumsi ini yang melatar belakangi fazlurrahman memberikan kontribusi melalui berbagai pergejolakan diantara beberapa pemikiran orentalis yang dimana rahman menganggapnya telah salah memahami konsep sunah dan hadis yang sebenarnya. Hasil dari pemikiran Fazlurrahman menunjukkan bahwa, pada dasarnya sunah dan hadis tetap berasal dari Nabi Muhammad Saw yang bersifat otentik dalam hukum Islam. Dengan demikian, tulisan ini hadir untuk memberikan konsep yang baru terkait pemikiran fazlurrahman melaui konsep modernitas Islam terhadap hadits.