Mursalin Ilyas pa'ba
Universitas Muslim Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Wawasan Alquran tentang Ukhuwwah Mursalin Ilyas pa'ba
Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Vol. 16 No. 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.726 KB) | DOI: 10.24239/rsy.v16i2.612

Abstract

Ukhuwwah in Islam has the aim of eliminating competition between individuals, tribes, excessive self-love, ego traits and animating the spirit of mutual help, working together and loving each other on the basis of love because of Allah Swt. and His Messenger. Besides that, ukhuwwah can also eliminate fanaticism (asabiyyah). In Islam, humans are considered special because of their devotion. The Prophet made ukhuwwah a strong bond, not just an expression. Actions that are tied to the relationship of blood and possessions and recognition will be created by mutual love, high sacrifice that is engraved on a good role model, namely Rasulullah Saw. Ukhuwwah dalam Islam memiliki tujuan yaitu menghilangkan persaingan antar individu, suku, cinta diri yang berlebihan, sifat ego dan menghidupkan spirit saling membantu, bekerja sama dan saling mencintai dengan dasar cinta karena Allah Swt dan Rasul-Nya. Selain itu ukhuwwah juga dapat menghilangkan fanatisme (as}abiyyah). Dalam Islam, orang tidak akan memiliki keistimewaan di hadapan Allah swt. serta tidak dipandang terdepan maupun terbelakang kecuali dengan kadar ketaqwaannya. Nabi juga telah menjadikan ukhuwwah ini sebagai ikatan kuat dan bukan sekedar ungkapan yang tidak bermakna. Perbuatan yang diikat dengan hubungan darah dan harta serta pengakuan akan tercipta jika didasari rasa saling mencintai, pengorbanan yang tinggi yang terpatri pada suri teladan yang baik yaitu Rasu>lulla>h Saw.