Syamsuwir Syamsuwir
Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGALIHAN HARTA PUSAKA TINGGI PERSPEKTIF HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Nagari Durian Gadang Kecamatan Sijunjung) Apri Hendri; Syamsuwir Syamsuwir; Hospi Burda
JISRAH: Jurnal Integrasi Ilmu Syariah Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.772 KB) | DOI: 10.31958/jisrah.v2i1.3212

Abstract

Studi ini mengkaji tentang pengalihan harta pusaka tinggi. permasalahanya adalah pengalihan harta pusaka tinggi oleh masyarakat di Nagari Durian Gadang, Kecamatan Sijunjung. Dari permasalahan tersebut muncul pertanyaan apa yang melatar belakangi pengalihan harta pusaka tinggi tersebut. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Hasil penelitian Pengalihan Harta Pusaka Tinggi Perspektif Hukum Adat dan Hukum Islam (Studi Kasus di Nagari Durian Gadang Kecamatan Sijunjung), pengalihan ini terjadi karena ketidaktahuan dari pemegang harta pusaka tinggi. Bentuk-bentuk pengalihan yang terjadi yaitu dengan cara digadaikan dan diperjualbelikan. Analisis hukum adat tentang pengalihan hak milik harta pusaka tinggi di Nagari Durian Gadang dipandang salah secara adat karena tidak memenuhi syarat, dan ketentuan serta tidak melalui proses yang berlaku. Analisis hukum Islam tentang Pengalihan Harta Pusaka Tinggi di Nagari Durian Gadang ini tidak sah, karena tidak memenuhi syarat, ketentuan serta tidak melalui proses berlaku, pengalihan harta pusaka tinggi oleh masyarakat di Nagari Durian Gadang termasuk jual beli yang terlarang dan hasilnya haram, karena barang tersebut   bukan milik sempurna dari penjual. Sedangkan menurut hukum fiqih perbuatan tersebut tidak sesuai dengan (maqasyid syariah) yaitu diantaranya tujuan maqasyid syariah adalah menjaga harta (Hifzh al-Mal).
TRADISI JUAL BELI BAJOJO DI JORONG KINAWAI NAGARI BALIMBING KABUPATEN TANAH DATAR DALAM TINJAUAN FIQH MUAMALAH Vegi Melati; Syamsuwir Syamsuwir
Jurnal Integrasi Ilmu Syariah (Jisrah) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.91 KB) | DOI: 10.31958/jisrah.v2i2.4337

Abstract

This study examines the review of fiqh muamalah on the tradition of buying and selling bajojo in jorong kinawai nagari balimbing, rambatan sub-district, Tanah flat district. The focus of the research is how to review muamalah fiqh on the tradition of buying and selling bajojo in Jorong Kinawai Nagari Balimbing, Rambatan District, Tanah Datar Regency. While the purpose of this study is to find out and explain how the fiqh muamalah view of the tradition of buying and selling bajojo in Jorong Kinawai Nagari Balimbing, Rambatan District, Tanah Datar Regency. This research is a field research. Data were obtained in 2 ways, namely secondary data and primary data. Primary data are traders and buyers (farmers), while secondary data sources are community leaders. After the data is collected, it is processed by means of interviews and analyzed by means of trigulation. This study found the results, namely the bajojo buying and selling tradition that occurred in Jorong Kinawai Nagari balimbing where the bajojo buying and selling tradition was a barter sale, goods exchanged for rice in this bajojo sale and purchase was a sale and purchase of dissimilar goods, based on the hadith which says that selling Buying barter must be buying and selling similar goods.
Sunnatullah dalam Perspektif Al-Quran Menurut Ahmad Mustafa Al-Maraghi dan Buya Hamka Mhd Rafi Ikram; Syamsuwir Syamsuwir
Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Vol 1, No 1 (2022): Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/lathaif.v1i1.5748

Abstract

The term sunnatullah is often understood as destiny, but basically sunnatullah is not just that. To understand the sunnatullah, the author displays how the views of the two commentators on the meaning of this sunnatullah. This study uses a comparative method, by comparing the opinions of Maraghi and Buya Hamka, will get the meaning of the sunnatullah. From the research, it is concluded that 5 things are a reference in understanding the meaning of sunnatullah, such as everything that happens in the universe is sunnatullah, Allah SWT's habits towards the infidels who deny the Prophet and Messenger, Allah SWT's decision to anyone who has just repented when he saw the punishment Allah SWT, something that can not be changed and replaced based on maslahat and wisdom, and the help of Allah SWT for believers who uphold the truth.