Ekstrak kayu teger terdapat senyawa pigmen tanin yang dapat memberikan warna kuning hingga coklat cerah. Pencapan dengan menggunakan zat warna alam belum banyak dilakukan di kalangan industri tekstil. Pemanfaatan zat warna alam untuk pewarnaan bahan tekstil memiliki keunggulan diantaranya warna yang dihasilkan natural dan memiliki nilai jual tinggi. Kelemahan zat warna alam adalah ketuaan warna rendah, ketahanan luntur warna terhadap pencucian maupun gosokan rendah, dengan demikian perlu adanya proses mordan yang berfungsi sebagai jembatan antara zat warna alam dan serat supaya dapat berikatan dengan baik, sehingga meningkatkan ketuaan warna dan sifat tahan luntur warnanya. Proses fiksasi merupakan proses ikatan antara zat warna dengan serat, waktu fiksasi sangat mempengaruhi kekuatan ikatan zat warna dengan serat, dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi tawas dalam proses mordan dan waktu fiksasi pada nilai ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan. Pada proses mordan digunakan variasi konsentrasi 10, 20 dan30 gr/l dengan waktu fiksasi 10, 20 dan 30 menit. Hasil dari pengujian ketuaan warna didapatkan nilai ketuaan warna yang paling baik pada penggunaan mordan 20 gr/l dan waktu fiksasi 30 menit dengan arah warna kuning dan merah, dapat dikatakan bahwa warna yang dihasilkan kuning kecoklatan. Nilai uji perubahan warna terhadap pencucian paling baik pada penggunaan konsentrasi mordan 20 gr/l dan waktu fiksasi 30 menit dengan nilai 4-5 (Baik), penodaan warna terhadap pencucian rata-rata didapatkan nilai 5 (Sangat baik), uji penodaan warna pada gosok kering didapatkan nilai rata-rata 5 (Sangat baik) dan gosok basah 4-5 (Baik). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi mordan berpengaruh terhadap nilai ketuaan warna dan perubahan bahan terhadap pencucian dan tidak berpengaruh pada nilai uji penodaan warna terhadap pencucian dan uji gosok kering maupun basah. ABSTRACT Tense wood extract contains tannin pigment compounds that can give a yellow to bright brown color. Labeling using natural dyes has not been done much in the textile industry. Utilization of natural dyes for coloring textile materials has advantages including natural color produced and has a high selling value. Weaknesses of natural dyes are low color aging, color fastness to washing and low rubbing, thus the need for a mordan process that functions as a bridge between natural dyes and fibers in order to bind well, thereby increasing color aging and color fastness. The fixation process is a bonding process between dyes and fibers, fixation time greatly affects the strength of the dye bond with fibers, thus this study aims to determine the effect of variations in alum concentration in the mordan process and fixation time on the value of color aging, color fastness to washing and rubbing. In the mordan process variations of 10, 20 and 30 gr / l are used with fixation times of 10, 20 and 30 minutes. The results of the color aging test showed that the best color aging value was the use of mordan 20 gr / l and the fixation time of 30 minutes in the direction of the yellow and red colors, it can be said that the resulting color was brownish yellow. The color change test for washing is best for the use of mordan concentration of 20 gr / l and a fixation time of 30 minutes with a value of 4-5 (Good), the color staining of washing on average is obtained a value of 5 (Very good), color staining test on rubbing dry values ??obtained an average of 5 (Very good) and wet rub 4-5 (Good).This study can be concluded that the use of variations of mordan concentration affects the value of color aging and changes in the material on washing and does not affect the value of color staining test for washing and dry or wet scrub test.