Penelitian ini mengkaji tentang optimalisasi penggunaan pengental alam Manuteks pada pencapan kain polyester dengan zat warna pigmen menggunakan pasta cap sistem larutan (bebas dari pelarut minyak). Zat warna pigmen itu sendiri tidak memiliki afinitas terhadap serat, oleh karena itu fiksasinya ke dalam serat diperlukan bantuan zat pengikat yaitu binder. Tahapan yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah proses pencapan bahan tekstil dengan pasta cap system larutan, selajutnya dilakukan proses pemanas awetan kemudian dilakukan pengujian kualitas bahan hasil pencapan. Pada penelitian ini digunakan zat warna pigmen imperon, dengan variasi pemakaian pengental sebanyak 5g; 10 g; 15 g; 20 g; dan 25 g dan suhu pemanas awetan divariasikan 120 ºC; 130 ºC; 140 ºC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penmbahan jumlah pemakaian pengental dan kenaikan suhu pemanasawetan akan memperkecil terjadinya perembesan motif hasil pencapan dan menaikkan kekakuan kainn. Hasil optimum dari penelitian diperoleh pada pemakaian pengental sebanyak 20g dan suhu pemanas awetan 130º C, dengan nilai kekakuan sebesar 48,50 g.cm untuk arah lusi dan 43,97 g.cm untuk arah pakan. Sedang pada sistem emulsi dikerjakan pada suhu pemanas awetan 140º C. nilai kekakuan kainnya sebesar 45,18 g.cm arah lusi dan 29,28 g.cm arah pakan.