Abstract: Mathematical reasoning ability is an ability that needs to be trained. To improve it, an attractive learning model is needed and requires active students. The purpose of the study was to explain the differences in students' mathematical reasoning abilities using a quasi-experimental quantitative method. Data obtained from pre-test and post-test data. The results showed no difference in the mathematical reasoning ability of fifth grade students using the Jigsaw and NHT learning models as evidenced by 0.878 smaller than 2.002. Sig. Value (2-tailed) bigger than 0.05 which is 0.384 bigger than 0.05. Abstrak: Kemampuan penalaran matematis merupakan kemampuan yang perlu dilatih. Untuk meningkatkannya, perlu model pembelajaran yang menarik dan menuntut siswa aktif. Tujuan penelitian untuk menjelaskan perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa menggunakan metode kuantitatif kuasi eksperimen. Data diperoleh dari data pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa kelas V dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan NHT dibuktikan dengan 0,878 kurang dari 2,002. Nilai Sig. (2-tailed) lebih dari 0,05 yaitu 0,384 lebih dari 0,05.