Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURVEI PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP POPULASI TUNGAU DEBU RUMAH DI SEKITAR RUMAH PENDUDUK KELURAHAN MALALAYANG SATU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Abraham, Mikhael; Pijoh, Victor; Runtuwene, John
e-Biomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i3.9624

Abstract

Abstract: Dust contains a variety of air-borne particles that spread in the air. The house dust contains house dust mites which are found most in the furniture of the house. House dust mites can be a serious problem for human health. The temperature and moisture of Manado is suitable for the breeding of house dust mites. This study aimed to determine the behavior of the public towards the house dust mites population around the residential houses in subdistrict Malalayang Satu district Malalayang Manado. This was a descriptive study with using questionnaire. Samples were 100 people obtained by simple random sampling method. This study was conducted in November – December 2012. The results showed that the average level of knowledge of the population was in good category with a score of 4.77 points (maximum 8 points). Respondents’ attitude is categorized as good with the average score of 20,01 points (maximum 21 points). Respondent’s action is categorized as good with average score of 7.04 points (maximum 10 points). Conclusion: Knowledge, attitude, and action of people in subdistrict Malalayang Satu Malalayang Manado belonged to good category.Keywords: house dust mite, behaviourAbstrak: Debu merupakan gabungan dari bermacam-macam partikel yang menyebar di udara. Di dalam debu rumah terdapat tungau debu rumah (TDR) yang banyak ditemukan pada perabot-perabot rumah. TDR dapat menjadi masalah serius bagi kesehatan manusia. Suhu dan kelembaban kota Manado cukup ideal bagi perkembangbiakan TDR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat terhadap populasi TDR di sekitar rumah penduduk kelurahan Malalayang Satu kecamatan Malalayang Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan kuesioner. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang diambil berdasarkan simple random sampling. Penelitian dilakukan di kelurahan Malalayang Satu kecamatan Malalayang Manado pada bulan November – Desember 2012. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan penduduk masuk dalam kategori baik dengan skor 4,77 poin (maksimal 8 poin). Sikap responden dikategorikan baik dengan skor rata-rata 20,01 poin (maksimal 21 poin). Tindakan responden dikategorikan baik dengan skor rata-rata 7,04 poin (maksimal 10 poin). Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat kelurahan Malalayang Satu kecamatan Malalayang kota Manado termasuk kategori baik.Kata kunci: tungau debu rumah, perilaku
Prevalensi Infestasi Pediculus humanus capitis pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Langowan Timur Massie, Meisy A.; Wahongan, Greta J. P.; Pijoh, Victor
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 1 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.1.2020.26934

Abstract

Abstract: Pediculus humanus capitis is the cause of pediculosis in humans and has caused universal problems among school-age children. This study was aimed to determine the prevalence of Pediculus humanus capitis infestation among elementary school children at East Langowan. This was a descriptive study with a cross sectional design, namely by identifying Pediculus humanus capitis through direct inspection and microscopy examination. The results showed that of 112 elementary school children at East Langowan, 88 respondents (78.57%) were positive infested with Pediculus humanus capitis. Based on the characteristics of respon-dents infested with Pediculus humanus capitis, GMIM Karondoran Elementary School had the highest percentage based on school origin (81.82%). According to the respondents’s ages, the highest percentage was at the ages of 7 and 12 (100,00%). Moreover, female respondents with short hair had the highest percentage (88.89%) based on the hair length. The prevalence rate of this study was 78.57%. In conclusion, the prevalence rate of this study was 78.57%.Keywords: Pediculus humanus capitis infestation, elementary school children Abstrak: Pediculus humanus capitis merupakan penyebab pedikulosis pada manusia dan telah menyebabkan masalah universal bagi anak-anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infestasi Pediculus humanus capitis pada anak sekolah dasar di Kecamatan Langowan Timur. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang, yaitu dengan mengidentifikasi Pediculus humanus capitis melalui pemeriksaan inspeksi secara langsung pada anak sekolah dasar dan pemeriksaan mikroskop. Hasil penelitian memper-lihatkan dari 112 anak sekolah dasar di Kecamatan Langowan Timur, didapatkan 88 anak (78,57%) positif terinfestasi Pediculus humanus capitis. Dari karakteristik anak sekolah yang terinfestasi Pediculus humanus capitis, SD GMIM Karondoran memiliki persentase tertinggi berdasarkan asal sekolah (81,82%). Menurut usia anak, persentase tertinggi yaitu usia 7 tahun dan 12 tahun (100,00%). Karakteristik lainnya yaitu anak dengan rambut pendek memiliki persentase tertinggi (88,89%) berdasarkan panjang rambut. Point prevalence rate dari pene-litian ini yaitu 78,57%. Simpulan penelitian ini ialah point prevalence rate sebesar 78,57%.Kata kunci: infestasi Pediculus humanus capitis, anak sekolah dasar.