Sawita Utami, Fauzi Ali Amin, Nova Khairunnisa
Universitas Muhammadiyah Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Simpang Jaya Kabupaten Nagan Raya Tahun 2022 Sawita Utami, Fauzi Ali Amin, Nova Khairunnisa
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v5i1.775

Abstract

Laporan Puskesmas Simpang Jaya menunjukkan 52,38% balita di wilayah kerjanya mengalami stunting, dampak stunting adalah 12 tahun yang akan datang lebih dari 50% anak SLTA disini bertubuh pendek dengan kecerdasan rendah, produktivitas dan stamina rendah dan kapasitas belajar mengalami penyakit degenerative pada masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko apa yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita di Puskesmas Simpang Jaya Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi sebanyak 891 balita dan sampel yaitu 100 balita. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa balita yang mengalami stunting (67%), umur ibu beresiko (66%), ibu pendek (66%), pendidikan menengah (64%), balita BBLR (66%), balita tidak eksklusif (64%), biaya beli pangan rendah (61%), ibu KEK (66%), balita asupan energy kurang cukup (64%), dan balita asupan protein kurang cukup (63%). Hasil uji statistik bivariate diperoleh ada hubungan umur ibu ( p = 0,001), tinggi badan ( p= 0,001), pendidikan (p= 0,001), BBLR ( p= 0,001), pemberian ASI ( p= 0,001), biaya beli pangan ( p= 0,008), KEK(p= 0,001), asupan energi ( p= 0,002), dan asupan protein ( p= 0,011) dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Simpang Jaya Tahun 2022.Kesimpulan dari penelitian ini adalah umur ibu, tinggi ibu, pendidikan Ibu, BBLR, pemberian ASI eksklusif, biaya beli pangan, KEK, asupan energy, dan asupan protein menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Simpang Jaya Tahun 2022.Disarankan pada petugas puskesmas dalam pencegahan promosi kesehatan dengan melakukan strategi promosi kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan perorangan di posyandu saja.