Aprilia Triasni. AR
Universitas Puangrimaggalatung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SELEKSI VARIETAS PADI POTENSI TEKNOLOGI RATUN UNTUK PENINGKATAN INDEKS PANEN(IP) Aprilia Triasni. AR; Syahrullah
Jurnal Ilmiah Agrotani Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Agrotani
Publisher : LPPM Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.541 KB)

Abstract

Teknologi Ratun merupakan teknologi budidaya padi yang spesifik lokasi berbasis kearifan lokal. Sejalan dengan program pemerintah yang terus berupaya untuk mewujudkan Peningkatan Produksi Padi, maka Penelitian ini diharapkan menjadi teknologi alternatif bagi semua pihak yang akan menerapkan kegiatan Peningkatan Produksi Padi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan varietas padi yang berpotensi untuk dikembangkan dengan teknologi padi ratun untuk peningkatan indeks panen(IP). Pelaksanaan penelitian dilakukan di dalam greenhouse dengan menggunakan 20 varietas padi kemudian ditanam dengan menggunakan media tanam ember yang sudah diisi dengan tanah. Masing- masing varietas ditanam sebanyak 2 ember dan diulang sebanyak 3 kali ulangan, maka terdapat 120 tanaman sampel, kemudian dipelihara sampai panen. Tanaman padi dipanen dipersiapkan untuk teknologi padi Ratun dengan cara batang padi dipotong 3 – 5 cm dari permukaan tanah, kemudian dibiarkan sampai tumbuh tunas dari batang padi tersebut dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan yang kedua. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif,jumlah gabah per malai, jumlah gabah berisi per malai, jumlah gabah hampa per malai, bobot 1000 biji, produksi gabah per sampel dan persentase potensi Ratun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Inpari 37 Lanrang berbeda nyata dengan varietas lokal dan varietas lainnya dalam hal rata-rata jumlah anakan produktif, bobot 1000 biji, rata-rata jumlah gabah per malai dan produksi per hektar. Potensi Produksi per hektar varietas Inpari 37 lanrang sebelum ratun yaitu sebanyak 7,67 ton dan 7,00 ton pada percobaan teknologi ratun. Varietas padi Inpari 37 Lanrang sangat berpotensi untuk dikembangkan dengan teknologi ratun.
Adopsi Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah di Kelompok Tani Bolie Kelurahan Salokaraja Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng A. Heriaty; Aprilia Triasni. AR
Jurnal Ilmiah Agrotani Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Agrotani Volume 3 Issue 2, September 2021
Publisher : LPPM Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.918 KB) | DOI: 10.54339/agrotani.v3i2.244

Abstract

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) bertujuan untuk merubah perilaku petani dengan menggunakan pendekatan Experience Learning Cycle sebagai manifestasi dari sistem Pendidikan Orang Dewasa (Andragogy). Proses kebutuhan inovasi merupakan suatu proses mental sejak seseorang mulai pertama kali mengetahui adanya suatu inovasi, membentuk sikap terhadap inovasi tersebut, mengambil keputusan untuk mengadopsi atau menolak mengimplementasikan ide baru dan membuat konfirmasi atas keputusan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) Mengetahui dampak kegiatan Pengelolaan Tanaman Terpadu terhadap peningkatan produksi bagi Petani di (ii) Mengetahui tingkat adopsi inovasi oleh petani di Kelurahan Salokaraja. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan mulai April hingga Agustus 2021 di Kelompok Tani Bolie Kelurahan Salokaraja melibatkan dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Metode penelitian melalui wawancara langsung pada petani sampel dengan metode purposive sampling, dimana analisis data menggunakan skala Likert. Dasil Kajian yang telah dilaksanakan diperoleh analisis data kuesioner petani adalah Persentase Peningkatan Produksi Gabah sebesar 60 % . Persentase Jumlah petani lain yang ikut mengadopsi Pengelolaan Tanaman Terpadu sebesar 61,66 % dan persentase Frekwensi Pertemuan antar petani sebesar 74,16 %. Sehingga dapat dikatakan bahwa pelaksanaan Pengelolaan Tanaman Terpadu bagi petani di Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng memberikan dampak terhadap peningkatan produksi gabah dan penyerapan difusi inofasi teknologi yang diberikan. Hal ini membuktikan bahwa teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu sudah diadopsi oleh petani yang dapat mempengaruhi peningkatan produksi usahatani padi sawah.