Muhamad Adlan
Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pandangan KH. Husain Muhammad Tentang Kafa’ah Dalam Pernikahan Untuk Membentuk Keluarga Bahagia Muhamad Adlan; Moh. Yustafad
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 4 No. 1 (2021): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.349 KB) | DOI: 10.33367/legitima.v4i1.2220

Abstract

Dalam pernikahan, kafaah bisa dipahami sebagai keserasian dan keseimbangan antar calon pengantin dengan suaminya agar setiap individu tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan pernikahan. Di masyarakat, ada istilah Bibit (keturunan) Bebet (status ekonomi) Berat badan (tinggi rendahnya kualitas seseorang) adalah ukuran dalam memilih pasangan hidup. Konsep kafaah dalam penelitian ini disandingkan dengan pemikiran KH. Husain Muhammad sebagai tokoh kyai yang mendalami tafsir terhadap ayat-ayat tentang gender dan kerap memperjuangkan hak-hak gender. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan data penelitian diperoleh dengan metode wawancara dan data tambahan dari buku-buku serta artikel ilmiah terkait kafaah. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa kafaah menurut KH. Husain Muhammad merupakan suatu kecocokan atau kesesuaian antara satu pasangan. Dan kesesuaian yang dimaksud oleh beliau secara idealnya ada emapt aspek, maka yang menjadi prioritas adalah ad-din. Ad-din dalam konteks ini dimaknai sebagai ukuran keserasian dalam moralitas yang unuversal atau dalam artian akhlak, bukan sesuatu idealisme yang bersifat lahiriyyah.
KH. Husain Muhammad's View on Kafa'ah in Marriage to Form a Happy Family Muhamad Adlan; Moh. Yustafad
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 4 No. 1 (2021): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v4i1.2220

Abstract

In marriage, kafaah can be understood as compatibility and balance between the bride-to-be and her husband so that each individual does not experience difficulties in carrying out marriage. In society, there is a term Bibit (offspring) Bebet (economic status) Weight (the height and low quality of a person) is a measure in choosing a life partner. The concept of kafaah in this study is juxtaposed with the thoughts of KH. Husain Muhammad as a kyai figure who explores the interpretation of verses about gender and often fights for gender rights. This research includes qualitative research and research data obtained by interview method and additional data from books and scientific articles related to kafaah. The results of this study explain that kafaah according to KH. Husain Muhammad is a match or suitability between a couple. And the suitability referred to by him ideally there are four aspects, then the priority is ad-din. Ad-din in this context is interpreted as a measure of compatibility in unuversal morality or in the sense of morals, not something outwardly idealistic.