Ribkah Femmy Tamibaha
Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Pastoral Terhadap Pasangan Muda Dalam Mencegah Keretakan Rumah Tangga Ribkah Femmy Tamibaha; Steven Tommy Dalekes Umboh; Yusuf Heri Harianto; Simon Simon
Shalom: Jurnal Teologi Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Syalom Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.976 KB) | DOI: 10.56191/shalom.v2i1.25

Abstract

Pastoral assistance is an important factor in the church ministry and it helps to solve many problems in all aspects of human life, especially the problem of household rifts, but pastoral assistance has not been evenly applied in all churches. The purpose of this study is to obtain information on the effectiveness of pastoral assistance for young couples in preventing household rifts. The method to obtain data for the research is through indirect interviews and the use of various literature. The result of this study shows that pastoral assistance for young couples successfully prevents household rifts and re-establishes spousal relationships. Following up on the findings of this study, the ability of the pastoral assistants needs to be optimized through the development of their competencies, namely improving relationships with God, increasing knowledge of Bible, increasing exemplary in behavior, and improving skills in pastoral assistance. Abstrak Pendampingnan pastoral faktor penting dalam pelayanan gereja karenabanyak membantu menyelesaikan permasalahan di segala aspek kehidupan manusia, khususnya masalah keretakan rumah tangga. Namun penerapan pendampingan pastoral belum merata di seluruh gereja yang ada. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang keefektifan pendampingan pastoral terhadap pasangan muda dalam mencegah keretakan rumah tangga. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode wawancara tidak langsung dan penggunaan berbagai literatur. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa keefektifan pendampingan pastoral terhadap pasangan muda berhasil mencegah keretakan rumah tangga dan mengutuhkan kembali hubungan suami istri. Menindaklanjuti temuan penelitian ini, maka kemampuan pendamping pastoral perlu dioptimalkan melalui pengembangan kompetensi,yaitu meningkatkan hubungan dengan Tuhan, meningkatkan pengetahuan alkitabiah, meningkatkan keteladanan dalam perilaku, meningkatkan ketrampilan berbasis pendampingan pastoral. Kata Kunci : Firman Tuhan, keretakan rumah tangga, pasangan muda, pendampingan pastoral
Pola Kepemimpinan Yesus dan Implikasinya bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini Ribkah Femmy Tamibaha; Steven Tommy Dalekes Umboh
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v4i1.51

Abstract

Abstract: Strong and strong church leadership can bring its members and organizations to the top of success if they have leaders who are strong ethics and polite, But on the contrary, leadership without ethics is a catastrophe that causes faltering and destruction. How should today's church have ethical leadership? What things do church leaders need to do? In this article, the author uses qualitative methods and literature study approaches to find out how Jesus' leadership pattern relates to the church today. This topic is elaborated with the aim of encouraging the implementation of Jesus' leadership to be applied by church leaders. The results of the research in this article found that Jesus' leadership pattern was through delegation, training, service, and moral and physical support. What Jesus did was actually a reflection for church leaders to apply in their leadership.Abstrak: Kepemimpinan gereja yang kokoh serta kuat mampu membawa anggota dan organisasinya ke puncak kesuksesan apabila memiliki pemimpin yang beretika kuat dan santun, namun sebaliknya kepemimpinan tanpa etika merupakan malapetaka yang menyebabkan kegoyahan dan kehancuran. Bagaimana seharusnya gereja masa kini memiliki kepemimpinan yang beretika? Hal apa saja yang perlu dilakukan oleh para pemimpin gereja? Dalam artikel ini penulis menggunakan metode kualitatif dan pendekatan study pustaka guna menemukakan bagaimana pola kepemimpinan Yesus dalam kaitan kepada gereja masa kini. Topik ini diuraikn dengan tujuan mendorong pengimplementasian kepemimpinan Yesus untuk diterapkan oleh para pemimpin gereja. Hasil penelitian pada artikel ini menemukan bahwa pola kepemimpinan Yesus melalui pendelegasian, memberi pelatihan, mengabdi, dan memberi dukungan moril dan jasmani. Apa yang diperbuat oleh Yesus ini sejatinya menjadi perenungan bagi para pemimpin gereja untuk mengaplikasikan dalam kepemimpinan mereka.
Etika Kepemimpinan dalam Gereja sebagai Role Model Keberhasilan Menata Organisasi Sarman Parhusip Nainggolan; Ribkah Femmy Tamibaha
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2: November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v2i2.38

Abstract

The leader is the skipper and the organization's driver. The future or fate of the organization depends on its leaders. The organization will be safe if the leader is an accomplished and wise person. Therefore, the leadership style in an organization also affects the climate of communication and coordination within the organization. In turn, it also impacts the participation of its members in advancing the organization. In this article, the author uses a qualitative method with a literature study approach to discover how to organize a thriving organization by having ethical leaders who become role mode in church leadership. The results of this study indicate that leadership ethics must be owned by a leader so that his administration can run effectively and efficiently to achieve common goals that have been determined according to the norms and values that apply. In preparing for future leadership, the church must develop its leadership by educating and preparing leaders for the church's future in the coming days. AbstrakPemimpin merupakan nakhoda, dialah supir organisasi. Masa depan atau nasib organisasi tergantung pada pemimpinnya. Kalau pemimpinnya seorang yang ulung dan berhikmat, selamatlah organisasinya. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan dalam suatu organisasi mempengaruhi pula iklim komunikasi dan kordinasi dalam organisasi itu. Pada gilirannya, berdampak juga pada peran serta anggotanya dalam memajukan organisasi. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menemukan bagaimana menata organisasi yang berhasil dengan memiliki pemimpin beretika yang menjadi role mode dalam kepemimpinan gereja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Etika kepemimpinan harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar kepemimpinannya dapat berjalan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan sesuai norma dan nilai yang berlaku. Dalam mempersiapkan kepemimpinan masa depan gereja harus mengembangkan kepemimpinanya dengan mendidik dan mempersiapkan pemimpin untuk masa depan gereja dihari mendatang.