Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

1. Peran Industri Kecil Menengah Kerajinan Berbahan Dasar Kulit Dalam Peningkatkan Ekspor Di Yogyakarta Rahimudin
Jurnal Manajemen Dirgantara Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Dirgantara, Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.371 KB)

Abstract

Volume ekspor kerajinan berbahan dasar kulit di Yogyakarta mengalami penurunan dari tahun ke tahun. UD. M Joint Leathercraft adalah termasuk Perusahaan dalam skala kecil menengah di Yogyakarta yang telah mengekspor produk- produknya ke beberapa Negara diantaranya Belanda, Australia, Jepang, dan Canada. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pertumbuhan ekspor produk berbahan dasar kulit sapi khususnya di UD Mjoint Leathercraft melalui pengiriman Kargo Udara selama 6 tahun dari 2010 samapai 2015. Metode Penelitian dilakukan di UD Mjoint Leathercraft Yogyakarta dengan menggunakan statik desrkristif kuantitatif selama lima tahun sejak 2001 sampai 2015. Analisis Data Sekunder yang diolah menggunakan perhitungan rata-rata (Mean) dan rata-rata tingkat pertumbuhan Ekspor barang serta uji t untuk mengetahui apakah ada pertumbuhan ekspor dalam lima tahun penelitian ini. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pertumbuhan yang cukup signifikan pada Kargo Ekspor Udara M Joint selama tahun 2010 sampai dengan tahun 2015. Tingkat Pertumbuhan Ekspor udara M Joint meningkat sebanyak 12% selama tahun 2010 sampai 2015. Secara keseluruhan terdapat peningkatan ekspor untuk produk berbahan dasar kulit di Yogyakarta khususnya UD Mjoint Leathercraft yang disebabkan oleh kualitas produk yang bagus, harga yang kompetitif dan daya beli Masyarakat Luar Negeri yang masih cukup tinggi.
HUBUNGAN PENANGANAN BAGASI RUSAK PADA UNIT LOST AND FOUND DENGAN TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG MASKAPAI GARUDA INDONESIA RUTE CGK-JOG DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA TAHUN 2013 Rahimudin
Jurnal Manajemen Dirgantara Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Manajemen Dirgantara, Desember 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.032 KB)

Abstract

Seiring banyaknya orang yang menggunakan jasa perusahaan transportasi, khususnya transportasi udara, banyak perusahaan penerbangan berlomba untuk memperbaiki kinerjanya, seperti memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa. Pelayanan sangat penting diberikan untuk memberikan kesan positif kepada pelanggan. Pelayanan yang baik tentu akan berdampak kepada kepuasan pelanggan. Mengingat banyaknya jumlah penerbangan yang dilakukan, tentu ada saja bagasi yang mungkin hilang, tertinggal, tertukar atau terjadi kerusakan, maka dari itu dibutuhkan unit yang bertugas menangani permasalahan bagasi. Unit yang khusus menangani permasalahan bagasi itu, yakni Unit Lost and Found, dengan demikian menjadi menarik untuk diteliti lebih lanjut bagi penulis mengenai Unit Lost and Found, karena bagian Unit Lost and Found merupakan salah satu bagian terpenting dalam penangganan bagasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis koefisien korelasi yaitu salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih yang sifatnya kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis koefisien korelasi menunjukkan nilai r = 0,5721, yang mempunyai arti bahwa variabel penanganan bagasi rusak dan variabel tingkat kepuasan penumpang mempunyai hubungan cukup kuat sehingga menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa ada hubungan antara variabel penanganan bsgasi rusak yang diberikan oleh staf Unit Lost and Found dengan variabel tingkat kepuasan penumpang Garuda Indonesia rute CGK-JOG di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Hasil ini juga menunjukkan bahwa semakin baik staf unit lost and found dalam menangani bagasi rusak maka semakin besar tingkat kepuasan terhadap penumpang, begitu juga sebaliknya. Hasil penyebaran kuesioner terhadap 100 responden mengenai penanganan bagasi rusak dengan tingkat kepuasan Penumpang Maskapai Garuda Indonesia rute CGK-JOG di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta menunjukkan bahwa mayoritas responden terdiri dari laki-laki sebesar (63 orang), berumur antara ≥ 45 Tahun berjumlah (33 orang), dan mempunyai pekerjaan Pegawai Negri sebanyak (45 orang).
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KETERLAMBATAN AKIBAT AIRPORT FACILITIESTERHADAP TOTAL FLIGHT DEPART PESAWAT GARUDA INDONESIA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA PERIODE BULAN FEBRUARI SAMPAI DENGAN APRIL TAHUN 2014 Rahimudin
Jurnal Manajemen Dirgantara Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Manajemen Dirgantara, Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.44 KB)

Abstract

Ketepatan waktu penerbangan baik itu saat keberangkatan maupun kedatangan pesawat, merupak an aspek yang sangat penting dari suatu perusahaan penerbangan di dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa angkutan udara. Terdapat 2 (dua) faktor yang mempengaruhi keterlambatan penerbangan pada PT. Garuda Indonesia. Pertama adalah faktor internal yang berasal dari kondisi di dalam perusahaan, adalah faktor eksternal yang berasal dari kondisi diluar perusahaan, meliputi faktor ground handling yang terbagi 2 yaitu penyebab dapat diatasi (avoidaable factor) dan penyebab yang sulit diatasi (unavoidable factor) dan salah satunya adalah airport facilities. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari seberapa kuat hubungan antara keterlambatan akibat airport facilities terhadap total flight depart pesawat Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta periode Bulan Februari sampai dengan April Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan data rekap bulanan atau summary OTP (on time performance) report mountly PT. Garuda Indonesia stasion Cengkareng dari divisi Departure Control. Data ini selanjutnya diolah menggunakan program SPSS 15.0 dengan menggunakan analisis Korelasi. Hasil penelitian menjunjukan bahwa ada hubungan yang sangat lemah antara keterlambatan akibat airport facilities terhadap total flight depart pesawat Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta periode Bulan Februari sampai dengan April Tahun 2014 dengan nilai korelasi sebesar 0,171.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN PESAWAT UDARA KOMERSIL DI INDONESIA PADA TAHUN 2002 SAMPAI DENGAN TAHUN 2012 Rahimudin
Jurnal Manajemen Dirgantara Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Manajemen Dirgantara, Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.991 KB)

Abstract

Penyebab, kecelakaan pesawat terbang tidak terlepas dari faktor SDM, faktor mesin, alam, sarana dan prasarana, performance alat bantu navigasi dan ketaatan pada persyaratan kelaikan teknis. Meski demikian, kemungkinan peristiwa kecelakaan itu masih bisa diantisipasi, setidaknya diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan, jumlah kecelakaan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2012 dan faktor yang paling banyak terjadi dan paling sedikit terjadi dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2012 Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari web Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tentang kecelakaan pesawat komersil yang pernah terjadi di Indonesia dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2012. Sebagai alat pembantu menganalisis data digunakan rumus jumlah/total dan modus. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Jumlah kasus kecelakaan pesawat sipil di Indonesia yang terjadi dari tahun2002 sampai dengan tahun 2012 adalah sebanyak 25 kasus. Terjadinya kecelakaan pesawat udara sipil disebabkan oleh faktor human error, cuaca, maintenance dan faktor lingkungan. Faktor penyebab yang paling banyak menyebabkan kecelakaan pesawat udara sipil di Indonesia adalah faktor human error terdapat 9 kasus dan faktor paling sedikit yang menyebabkan kecelakaan adalah faktor lingkungan 4 kasus dan faktor cuaca 4 kasus.
Analisis Implementasi Kegiatan Bimbingan Karir Dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Karyawan Unit Aviation Security (AVSEC) Bandar Udara Trunojoyo Sumenep Septiyani Rizki Saputri; Rahimudin Samsuri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.534 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2602

Abstract

AbstrakPengelolaan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat memengaruhi keberhasilan organisasi. Oleh karena itu setiap organisasi memiliki caranya sendiri dalam mengelola sumber daya manusianya, salah satunya dengan memberikan bimbingan karir karyawan. Seperti yang telah dilakukan oleh Bandar Udara Trunojoyo yang memberikan bimbingan karir khususnya di unit Aviation Security. Tujuan penelitian untuk menganalisis bimbingan karir dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan unit Aviation Security, serta menganalisis faktor-faktor yang menjadi penentu keberhasilan bimbingan karir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yaitu bimbingan karir yang diterapkan di Bandar Udara Trunojoyo berupa Pendidikan dan Pelatihan. Terdapat banyak perbedaan yang terjadi pada karyawan saat sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan diantaranya yaitu pembaruan ilmu, kemampuan, pengalaman, beserta kenaikan grade. Adapun faktor-faktor yang menjadi penunjang suksesnya bimbingan karir, salah satunya adalah pembimbing yang profesional, karyawan, sarana dan prasarana bimbingan karir, terpenuhinya kebutuhan karyawan. Bandar udara juga memberikan penghargaan bagi karyawan yang memiliki prestasi kerja yang baik. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir yang berupa pendidikan dan pelatihan terbukti dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan di unit Aviation Security, meskipun dalam hal ini masih perlu banyak perbaikan. Dalam pelaksanaannya juga dibutuhkan beberapa faktor agar bimbingan karir tersebut dapat berjalan efektif.Kata Kunci: Bimbingan Karir, Prestasi Kerja, Bandar Udara Trunojoyo AbstractHuman resource management is a very important thing for the success of the organization. Therefore, every organization has its own way of managing its human resources, one of which is by providing employee career guidance. As has been done by Trunojoyo Airport which provides career guidance, especially in the Aviation Security unit. The purpose of the study was to analyze career guidance in improving the work performance of employees of the Aviation Security unit, as well as to analyze the factors that determine the success of career guidance. This research is a qualitative research. The data collection carried out were observation, interviews, and documentation. The results of the research are career guidance applied at Trunojoyo Airport in the form of education and training. There are many differences that occur in employees before and before taking guidance including knowledge, abilities, experience, and grade promotion. The factors that support the success of career guidance, one of which is a professional mentor, employees, career guidance facilities and infrastructure, meeting the needs of employees. The airport also provides awards for employees who have good work performance. Based on these results, it can be said that career guidance in the form of education has been proven to improve employee performance in the Aviation Security unit, although in this case there is still much need for improvement. In its implementation, several factors are also needed so that career guidance can run effectively.Keywords : Career Guidance, Work Achievement, Trunojoyo Airport
PENGARUH PELAYANAN ANNOUNCEMENT TERHADAP KEPUASAN PENUMPANG DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG Rahimudin; Sofiana Arbain
Jurnal Flight Attendant Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Flight Attendant Kedirgantaraan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.166 KB)

Abstract

PT Angkasa Pura I (Persero) merupakan salah satu Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perhubungan yang bergerak dalam bidang pengelolaan dan pengusahaan kebandarudaraan, serta pelayanan jasa navigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan announcement terhadap kepuasaanpenumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang. Announcement tersebut dengan menggunakan dua sistem, yaitu : system automatic announcement dimana pengumuman dilakukan menggunkan mesin suara dan system manual announcement dimana pengumuman dilakukan oleh petugas informasi. Pelayanan petugas informasi merupakan tindakan untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh penumpang agar kepuasaan dapat dirasakan, jika kinerja sesuai harapan maka penumpang akan merasa puas sedangkan kinerja tidak sesuai harapan maka penumpang akan kecewa. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuisioner yang dibagikan kepada penumpang sebanyak 80 responden. analisis data dilakukan dengan menggunakan Analisis Regresi Linier Sederhana dengan Program SPSS for windows versi 15.0. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan konstanta sebesar 8,027, koefisien regresi sebesar 0,665 (positif). Hasil uji F adalah nilai signifikan f <0,05 dari uji anova atau uji F sebesar 80,547 dengan nilai signifikan 0,000. Hasil tabel summary nilai koefisien determinasi atau nilai R Square sebesar 0.508 atau 50,80%. sisanya 49,2% merupakan variabel lain yang tidak diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yaitu bahwa variabel pelayanan PT. Angkasa Pura I (Persero) berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasaan penumpang.
Analisis Peran Unit Apron Movement Control Dalam Pengawasan Pergerakan Kendaraan Di Sisi Udara Untuk Meningkatkan Keselamatan Penerbangan Di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya Ika Oktavia Barnaningrum; Rahimudin
Jurnal Mahasiswa Kreatif Vol. 1 No. 5 (2023): September : Jurnal Mahasiswa Kreatif
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmk-widyakarya.v1i5.1158

Abstract

Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya merupakan bandara tempat dilaksanakan penelitian ini. Sisi udara merupakan bagian vital yang harus terus mendapatkan pengawasan untuk setiap pergerakan kendaraan yang beroperasi di sisi udara agar berjalan dengan lancar untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Pengawasan ini merupakan tugas dari petugas Apron Movement Control (AMC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui unit Apron Movement Control dalam pengawasan pergerakan kendaraan di sisi udara, serta pelanggaran apa yang sering terjadi dan sanksi apa yang diberikan terhadap pelanggaran pengguna kendaraan di sisi udara, dan kendala yang pernah dihadapi dalam melakukan tugas pengawasan pergerakan kendaraan di sisi udara. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dikarenakan peneliti melakukan observasi secara langsung. Dimana peneliti ini meneliti analisis peran unit Apron Movement Control Dalam Pengawasan Pergerakan Kendaraan Di Sisi Udara Untuk Meningkatkan Keselamatan Penerbangan Di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dengan tiga marasumber petugas Apron Movement Control dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa dalam melaksanakan tugas pengawasan terhadap pergerakan kendaraan di sisi udara untuk meningkatkan keselamatan penerbangan oleh petugas AMC sudah cukup baik, dengan mengikuti SOP yang sudah ditetapkan serta melakukan peneguran dan penindakan tegas bagi setiap pengguna kendaraan yang beroperasi di sisi udara yang melanggar aturan. Namun dalam hal ini tidak adanya CCTV yang mengarah langsung ke sisi udara sehingga dapat di pantau langsung dari ruangan AMC untuk melihat pergerakan kendaraan di sisi udara secara langsung masih menjadi kendala yang sampai saat ini masih dihadapi oleh petugas AMC.
Analisis Implementasi Kegiatan Bimbingan Karir Dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Karyawan Unit Aviation Security (AVSEC) Bandar Udara Trunojoyo Sumenep Septiyani Rizki Saputri; Rahimudin Samsuri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2602

Abstract

AbstrakPengelolaan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat memengaruhi keberhasilan organisasi. Oleh karena itu setiap organisasi memiliki caranya sendiri dalam mengelola sumber daya manusianya, salah satunya dengan memberikan bimbingan karir karyawan. Seperti yang telah dilakukan oleh Bandar Udara Trunojoyo yang memberikan bimbingan karir khususnya di unit Aviation Security. Tujuan penelitian untuk menganalisis bimbingan karir dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan unit Aviation Security, serta menganalisis faktor-faktor yang menjadi penentu keberhasilan bimbingan karir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yaitu bimbingan karir yang diterapkan di Bandar Udara Trunojoyo berupa Pendidikan dan Pelatihan. Terdapat banyak perbedaan yang terjadi pada karyawan saat sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan diantaranya yaitu pembaruan ilmu, kemampuan, pengalaman, beserta kenaikan grade. Adapun faktor-faktor yang menjadi penunjang suksesnya bimbingan karir, salah satunya adalah pembimbing yang profesional, karyawan, sarana dan prasarana bimbingan karir, terpenuhinya kebutuhan karyawan. Bandar udara juga memberikan penghargaan bagi karyawan yang memiliki prestasi kerja yang baik. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir yang berupa pendidikan dan pelatihan terbukti dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan di unit Aviation Security, meskipun dalam hal ini masih perlu banyak perbaikan. Dalam pelaksanaannya juga dibutuhkan beberapa faktor agar bimbingan karir tersebut dapat berjalan efektif.Kata Kunci: Bimbingan Karir, Prestasi Kerja, Bandar Udara Trunojoyo AbstractHuman resource management is a very important thing for the success of the organization. Therefore, every organization has its own way of managing its human resources, one of which is by providing employee career guidance. As has been done by Trunojoyo Airport which provides career guidance, especially in the Aviation Security unit. The purpose of the study was to analyze career guidance in improving the work performance of employees of the Aviation Security unit, as well as to analyze the factors that determine the success of career guidance. This research is a qualitative research. The data collection carried out were observation, interviews, and documentation. The results of the research are career guidance applied at Trunojoyo Airport in the form of education and training. There are many differences that occur in employees before and before taking guidance including knowledge, abilities, experience, and grade promotion. The factors that support the success of career guidance, one of which is a professional mentor, employees, career guidance facilities and infrastructure, meeting the needs of employees. The airport also provides awards for employees who have good work performance. Based on these results, it can be said that career guidance in the form of education has been proven to improve employee performance in the Aviation Security unit, although in this case there is still much need for improvement. In its implementation, several factors are also needed so that career guidance can run effectively.Keywords : Career Guidance, Work Achievement, Trunojoyo Airport
Analisis Perubahan Operasional Bandar Udara Sebelum dan Setelah Penurunan Status Internasional (2019–2024) di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali Christy Danawaka; Rahimudin
SMASH: Journal of Social Management Sains and Health Vol. 3 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/smash.v3i2.9142

Abstract

Penurunan status bandar udara dari internasional menjadi domestik merupakan perubahan kebijakan yang berpotensi memengaruhi kegiatan operasional, jaringan penerbangan, pemanfaatan fasilitas, serta pelayanan di bandar udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penurunan status internasional menjadi domestik terhadap aspek operasional penerbangan airside dan landside di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali serta mengetahui upaya yang diterapkan pengelola untuk mengoptimalkan operasional setelah perubahan status tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan tiga informan yang terlibat dalam kegiatan operasional Bandar Udara Adi Soemarmo yaitu petugas Data Entry Officer & Aviobride Operator, Apron Movement Control Officer, dan Airport Operation & Services Coordinator. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan status internasional menjadi domestik tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional harian, baik pada sisi airside maupun landside. Aktivitas runway, taxiway, apron, parking stand, terminal, pelayanan penumpang, pemeriksaan keamanan, dan penanganan bagasi tetap berjalan sesuai kebutuhan penerbangan dan prosedur yang berlaku. Perubahan status juga tidak menyebabkan perubahan berarti terhadap kebutuhan, pembagian tugas, dan beban kerja SDM operasional. Namun, dalam perkembangan selanjutnya terdapat kecenderungan penurunan jumlah penerbangan serta pergerakan penumpang dan barang, sementara peluang pengembangan rute internasional menjadi lebih terbatas. Upaya optimalisasi yang dilakukan meliputi penyesuaian penggunaan fasilitas, pemeliharaan kesiapan terminal internasional, pengaturan parking stand berdasarkan jadwal penerbangan, audit dan evaluasi operasional, pemanfaatan kritik dan saran pengguna jasa, survei customer experience, serta penguatan kerja sama dengan maskapai, ground handling, AirNav, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Pengembangan rute internasional melalui kegiatan market selling juga menjadi bagian dari strategi pengelola. Upaya tersebut semakin relevan dengan kembalinya status Bandar Udara Adi Soemarmo menjadi internasional, sehingga kesiapan fasilitas dan kerja sama stakeholder dapat mendukung pengembangan konektivitas penerbangan internasional.
Peran Unit Lost And Found Dalam Penanganan Bagasi Bermasalah Pada Maskapai Citilink Di PT Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok Rahimudin; Widiya Afni Aprilia
Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/populer.v2i2.846

Abstract

The Lost and Found Unit is a work unit that has duties and responsibilities in handling passenger luggage. If there is a problem with the passenger's baggage, the passenger can immediately report it to the Lost and Found unit so that efforts are made to handle it. In serving the Lost and Found unit, it hopes to deal directly with passengers, so of course the service provided must be better. The purpose of this research is to find out the procedures for handling Delayed Baggge, damaged baggage by Lost and Found unit officers, factors causing problems and what efforts are made by Lost and Found unit officers in order to reduce the occurrence of cases. This study used a qualitative method with data collection in the form of observation, interviews and documentation, in which this study interviewed 5 informants from the Lost and Found unit officers. The results of this study indicate that Lost and Found unit officers have followed Standard Operational Procedures (SOP) and Job Desks in handling cases of Delayed Baggage and damaged baggage. Factors that cause problems include Human Error, Check In Counter, Airport Facilities, Make Up Area, Loading and Unloading processes, Misrouted, minimum Connection time and passenger baggage. Efforts made by Lost and Found unit officers in order to reduce the occurrence of cases by controlling every activity and reminding officers to be more careful, thorough and focused when doing work. Officers must prioritize Safety and Security and comply with the established SOP.