Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS WINDSHIELD PESAWAT BOEING 737-NG TERHADAP KEGAGALAN DENGAN MENGGUNAKAN FAILURE MODE EFFECT AND ANALYSIS DAN WEIBULL Salsabila Syahla Dwi Setiowulandari; Salnabila Syahla Dwi Setiowulandari; Haris Ardianto; Hery Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.674

Abstract

Windshields memiliki faktor yang dapat terjadi kerusakan maupun kegagalan yang mengakibatkan heating system failure dan dapat mempengaruhi dalam penglihatan pilot dari kaca depan (windshields) saat mengoperasikan kontrol pesawat di udara dan apabila terjadi kerusakan maka akan mengakibatkan kejadian yang fatal. Sehingga dapat dilakukan untuk mengetahui identifikasi dari terjadinya potensi risiko kegagalan serta dalam keandalan pada windshields. Metode penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif yang menggunakan FMEA yang bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi mode kegagalan pada komponen windshields. dan analisis kuantitatif dilakukan dengan perhitungan reliability mengggunakan distribusi weibull yang bertujuan untuk mengetahui batas lifetime critical pada komponen windshieds pesawat Boeing 737-NG. Hasil peneltian ini menggunakan analisis kualitatif menggunakan FMEA berupa nilai RPN dengan hasil yang dapat mengidentifikasi kegagalan pada windshields sehingga dapat melakukan perawatan pada kegagalan tersebut. Dan hasil dari analisis kuantitatif menggunakan perhitungan reliability dengan distribusi weibull dimana dari nilai batas waktu operasional sehingga komponen mengalami masa kritis sehingga mencapai waktu operasional yaitu 8400 jam dengan hasil nilai reliability 71%, dan pada hasil dari nilai failure rate yaitu 0,000109049 menunjukkan pada kondisi ini yang berada wear-out zone yang mana kegagalan tersebut masih terus menerus meningkat seiring bertambahnya waktu sehinggga pada titik puncak (peak) ini menandakan sebagai batas potensial failure dengan functional failure pada komponen windshield. Setelah mengetahui batas masa kritis pada komponen windshields sehingga dapat melakukan perencanaan preventive maintenance pada komponen windshields sebelum terjadi kegagalan pada windshields.
IMPACT STRENGTH OF HORIZONTAL BAMBOO FIBER AND IRON SAND WITH EPOXY MATRIX Billy Putra Novanda; Haris Ardianto; Hery Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.229 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.593

Abstract

Composite is a material composed of 2 materials, namely matrix and filler. Natural fibers, especially bamboo fibers and iron sand that are waste in Indonesia, have the potential to be developed as engineering materials for composite materials reinforced with natural materials. Therefore, the researcher used bamboo fiber and iron sand as a filler and epoxy resin as a matrix. The method used in this research is experimental. Impact test aims to determine the mechanical properties of the composite to be tested. In the manufacture of composite specimens, researchers used the hand lay-up method in accordance with the ASTM D 6110-10 standard. Meanwhile, to see the physical properties, researchers used macro photos to see the difference in composite fractures after impact testing. This study aims to determine the impact strength of horizontal bamboo fiber composites and iron sand with an epoxy matrix. The composite was made with fraction 1 (50% epoxy matrix and 50% horizontal bamboo fiber), fraction 2 (50% epoxy matrix and 50% iron sand), fraction 3 (50% epoxy matrix, 20% horizontal bamboo fiber and 30% iron sand ). The results of the charpy impact test showed that the impact strength of the composite fraction 1 was 50 KJ/m². for the composite test fraction 2 has an impact strength is 23 KJ/m². Meanwhile, fraction 3 produces an impact strength is 30 KJ/m². It can be seen from the results of the macro photo that the specimens of fractions 1 and 3 have fiber pull-outs, while for fraction 2 it can be seen that the sand grains absorb resin well.