Siswanto Siswanto
Departemen Keperawatan Medikal, Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Prosedur Senam Kaki Diabetes untuk Meminimalkan Komplikasi Neuropati Perifer pada Ny. I dengan Diabetes Mellitus Lia Anggraini; Syamsudin` Syamsudin; Siswanto Siswanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.589 KB)

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multisistem dan mempunyai karakteristik hiperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat (Brunner dan Suddart, 2001). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah merekapitulasi data kasus baru penyakit tidak menular yang dilaporkan secara keseluruhan pada tahun 2015 bahwa kasus Diabetes Mellitus menempati urutan kedua setelah hipertensi dengan jumlah 18,33%. Tujuan : mengetahui penerapan prosedur senam kaki diabetes untuk mengatasi masalah ketidakefektifan perfusi jaringan perifer kaki karena adanya neuropati perifer. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Hasil : Setelah dilakukan latihan senam kaki selama 3 hari sebanyak 3 kali latihan dalam sehari dengan lama waktu latihan 15- 30 menit menunjukkan tingkat sensitivitas kaki dari 4 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan menjadi 3 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan. Simpulan : Terdapat adanya pengaruh yang besar yaitu terjadinya peningkatan tingkat sensitivitas kaki dari angka 4 menjadi angka 3 setelah dilakukan pemberian senam kaki diabetes sebanyak 3 kali dalam sehari dengan lama latihan 20-30 menit selama 3 hari.
Tindakan Keperawatan Melatih Teknik Range of Motion Pasif untuk Menurunkan Hambatan Mobilitas Fisik Pada Ny. S dengan Stroke Non-Hemoragik Siswanto Siswanto; Malikhaturrofi’ah Al Mahfudhoh
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.308 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penderita stroke dapat mengalami kesulitan saat berjalan karena gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi gerak, sehingga kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Latihan gerak mempercepat penyembuhan pasien stroke, karena akan mempengaruhi sensasi gerak di otak. meningkatkan kekuatan otot perlu dilakukan latihan mobilisasi atau rehabilitasi, yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi neurologis dan mencegah terjadinya kontraktur atau kekakuan otot dengan teknik Range Of Motion (ROM). Tujuan : mengetahui penerapan teknik Range Of Motion (ROM) dalam mengatasi hambatan mobilitas fisik pasien stroke non hemoragik. Metode : Penelitian deskriptif. Sampel 1 responden, Subyek adalah Ny. S, umur 62 tahun, mengalami kelemahan pada lengan kanan dan kaki sebelah kanan sejak 1 hari. Hasil : tindakan Range Of Motion (ROM) pasif dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari dengan bantuan perawat ataupun mandiri, namun Ny. S belum mampu mengangkat lengan dan kaki kanannya. Kekuatan otot pada lengan kanan Ny. S masih skala 2 dan kekuatan otot kaki kanan masih skala 2, jadi belum ada perubahan selama 3 hari dilakukan tindakan. Simpulan : tindakan Range Of Motion (ROM) pasif belum terbukti efektif karena membuktikan bahwa dengan tidak adanya hasil yang dicapai atau belum ada perubahan, kekuatan otot Ny. S masih sama dengan saat sebelum dilakukan teknik Range Of Motion (ROM) pasif.