Lis Nurhayati
Departemen Keperawatan Anak Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pemberian Pendidikan Kesehatan Nutrisi untuk Mengatasi Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh pada Demam Tifoid Lis Nurhayati; Lilis Duwi Saputri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.554 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tifus abdominalis ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada pencernaan, dan gangguan kesadaran. Kurang nutrisi disebabkan karena adanya asupan yang tidak adekuat, menurunnya nafsu makan akibat proses patologis. Nafsu makan menurun mengakibatkan kurang nutrisi pada seseorang dan bisa menjadi salah satu tanda dari demam tifoid disertai dengan tanda gejala lain. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian pendidikan kesehatan nutrisi untuk mengatasi ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada demam tifoid. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur pada An. S dan keluarganya. Melakukan observasi, pengukuran dan pemeriksaan pada An. S. Hasil : Implementasi pada dilakukan selama 1x20 menit, melakukan pendidikan kesehatan tentang pengertian demam tifoid, tujuan diberikan pendidikan kesehatan, makanan yang dipantang : makanan yang tidak dapat dicerna yaitu serat yang tidak larut air/selulosa yang terdapat pada sayuran dan buah yang dimakan dengan kulitnya. Makanan yang dibatasi : serat larut air yang terdapat pada buah dan kacang-kacangan. Bumbu pedas dipantang, minuman dan makanan yang menimbulkan gas dipantang. Simpulan : keluarga mengatakan nafsu makan pasien meningkat dari 1⁄4 porsi mejadi 3⁄4 porsi dan keluarga selalu memotivasi An. S jika makan baik maka akan mempercepat proses penyembuhan, tekanan darah 90/70mmHg, pasien terlihat masih lemas, keadaan umum lemah, pasien tidak menghabiskan makan yang diberikan, keluarga mampu menyampaikan apa yang disampaikan sebanyak 80%.
Penerapan Senam Ergonomik dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Ny. M dengan Hipertensi Tiara Sri Wahyuni; Syamsudin Syamsudin; Lis Nurhayati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.629 KB)

Abstract

Latar belakang : Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistolik dan diastolik mengalami kenaikan, yaitu tekanan sistolik di atas 140 mm Hg, diastolik di atas 90 mm Hg. Hipertensi dapat dikontrol dengan penatalaksanaan farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis dengan melakukan olahraga berupa senam ergonomik. Tujuan : mengetahui gambaran tekanan darah Ny. M sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomik dan mengetahui penerapan senam ergonomik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, menggunakan 1 partisipan yaitu anggota keluarga yang mengalami hipertensi di dalam keluarga. Tindakan dilakukan selama 3 hari dengan melakukan pemberian latihan senam ergonomik selama ± 25 menit, mengukur tekanan darah pada pre test dan post test dan wawancara. Hasil : senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 10 mm Hg. Tekanan darah istolik yang turun berlangsung selama 30-120 menit. Simpulan : senam ergonomik memiliki keefektifan dalam menurunkan tekanan darah sistolik. Rekomendasi: Ny. M untuk melakukan senam ergonomik secara rutin dan teratur.