Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RANCANG BANGUN SMART GARDEN SYSTEM MENGGUNAKAN SENSOR SOIL MOISTURE DAN ARDUINO BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS : DI GERAI BIBIT NARNEA CIKIJING) Ray Kasful Ghito; Nunu Nurdiana
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.493 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1065

Abstract

Dalam era perkembangan tekonogi khusunya di bidang pertanian dan perkebunan sudah berkembang dari waktu ke waktu. Salah satu nya dalam penyiraman tanaman. Menyiram tanaman merupakan aktivitas yang harus dilakukan untuk membuat tanaman tetap segar dan sehat. Karena semua makhluk hidup akan membutuhkan air untuk bertahan hidup, begitu juga tanaman. Dengan menyiram secara rutin dengan cara yang benar dan waktu yang tepat, maka tanaman kita akan berkembang dengan baik. Berbicara masalah menyiram tanaman ini, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti kapan waktu yang tepat untuk kita anjurkan menyiram tanaman, dan kapan waktu yang kurang tepat untuk menyiram tanaman. Di gerai bibit untuk perawatan tanaman di gerai tersebut membutuhkan perawatan setiap harinya dengan cara memberi pupuk sesuai kebutuhan. Selain pupuk hal yang paling penting adalah menyiram tanaman. Dengan teknik menyiram secara manual oleh satu karyawan yaitu dua kali penyiraman di pagi hari dan sore hari masing masing setiap pot tanaman. Dengan banyaknya tanaman yang harus di siram satu persatu menghabiskan waktu  2 jam untuk setiap kali menyiram. Smart Garden berasal dari bahasa inggris yang artinya kebun atau taman pintar, yaitu sebuah rancangan sistem yang dibuat untuk memudahkan pekerjaan dalam hal perkebunan. Pembuatan alat ini bertujuan untuk membantu dalam mengelola tanamannya, selain untuk membantu dalam mengelola tanaman, Smart Garden ini dapat juga digunakan untuk mengukur kelembapan/kadar air dalam tanah, karena sebagian orang yang bercocok tanam tidak mengetahui/tidak dapat membedakan mana tanah yang baik untuk ditanami tanaman tertentu dan mana yang tidak, akibatnya banyak hasil tanaman yang gagal panen dan merugikan karena layu dan mati.