Perkembangan teknologi dan keilmuan yang pesat, menjadikan minyak jelantah tidak hanya dikenal sebagailimbah, tetapi menjadi sesuatu yang lebih berguna, yakni bahan bakar minyak alternatif yang dapat diperbaharui,salah satunya biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa minyak jelantah dengan variasi jumlahpemakaian sebelumnya yang berbeda-beda, dapat diolah kembali menjadi biodiesel menggunakan metodeesterifikasi-transesterifikasi dan mengetahui kualitas biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah. Pembuatanbiodiesel ini melalui reaksi esterifikasi dengan katalis H2SO4, dan reaksi transesterifikasi dengan katalis NaOH.Sampel adalah minyak jelantah dengan variasi jumlah pemakaian yang berbeda-beda. Minyak jelantah diperolehdari pedagang makanan di sekitar Kabupaten Subang. Dari hasil penelitian didapatkan data-data mengenai kualitaskelima sampel biodiesel yang dihasilkan, yakni nilai densitas rata-rata dari kelima sampel sebesar 0.86988kg/mm3, viskositas rata-rata sebesar 4.5440 cSt, bilangan asam rata-rata sebesar 0.372 mg-KOH/gram, kadar airrata-rata sebesar 0.0258%, serta nilai rendemen rata-rata sebesar 83.268%. Dengan demikian dapat disimpulkanbahwa jumlah pemakaian minyak jelantah berpengaruh pada karakteristik biodiesel yang dihasilkan, dan jugametode esterifikasi-transesterifikasi terbukti mampu menghasilkan biodiesel yang sesuai Standar NasionalIndonesia (SNI) untuk biodiesel, yang dikeluarkan oleh BSN dengan nomor SNI 7182:2015.