Ketersediaan energi di dunia semakin menipis, seiring juga dengan ketidakseimbangan jumlah dan tingkatpermintaan energi yang tinggi. Kebutuhan energi listrik Indonesia diperkirakan terus bertambah sebesar 4,6%setiap tahunnya. Krisis ini mendorong perlunya bahan bakar baru terbarukan yang dapat menyediakan sumberenergi alternatif penghasil energi listrik yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan. Oleh karena itudiharapkan dunia dapat menerapkan energi terbarukan salah satunya berupa Plant-Microbial Fuel Cell (P-MFC)yang memanfaatkan bakteri alami tumbuhan dan tanah untuk menghasilkan listrik dengan bantuan elektroda.Sejauh ini P-MFC hanya berkutat pada tanaman berakar serabut, namun pada pengembangan penelitian kali inimenggunakan jenis tanaman berakar tunggang yang memiliki daya hidup yang lebih lama seperti tanamanpucuk merah (Syzygium oleina). Dengan daya hidup yang lama, listrik yang dihasilkan akan berlangsung lebihlama dan banyak. Elektroda yang digunakan ada dua jenis. Elektroda pertama yaitu karbon-karbon, diperolehdaya maksimum sebesar 0,202 mW dan minimum sebesar 0,0325 mW. Elektroda kedua yaitu karbon-seng,diperoleh daya maksimum sebesar 451,186 mW dan minimum sebesar 90,440 mW. Penelitian ini dilakukanselama 7 hari diukur setiap jam sekali dari pukul 06.00 hingga 11.00, disaat tanaman melakukan fotosintesisdengan maksimal.