Pijat bayi adalah penekanan yang dilakukan dengan usapan-usapan halus pada permukaan kulit bayi, dilakukan dengan tangan bertujuan untuk menghasilkan efek terhadap syaraf, otot, sistem pernapasan serta sirkulasi darah dan limpha. Bayi yang dipijat akan terjadi peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak). Peningkatan nervus vagus menyebabkan peningkatan produksi enzim penyerapan seperti gastrin dan insulin sehingga penyerapan makanan menjadi lebih baik. (Roesli, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penyuluhan dan demostrasi pijat bayi Usia 0-1 Tahun Terhadap Peningkatan Keterampilan Kelas Ibu Balita di UPT Puskesmas Kecamatan Sumbawa Unit I. Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain Penelitian True Experimental Design model Pre and Post Test with control group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki bayi usia 0-1 tahun yang ikut serta dalam Kelas Ibu Balita di wilayah UPT Puskesmas Kecamatan Sumbawa Unit 1. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh dari populasi ibu bayi yang berumur 0-1 tahun yang ikut pada kelas Ibu Balita pada 2 kelurahan di Puskesmas Kecamatan Sumbawa Unit 1 dengan kriteria sesuai yang ditetapkan peneliti sejumlah 15 orang masing-masing kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan menjadi jumlah total 30 responden. Ada pengaruh penyuluhan dengan demonstrasi pijat bayi terhadap peningkatan keterampilan dibuktikan dengan uji hipotesis secara statistik menggunakan Wilcoxon match pairs test keduanya menunjukkan peningkatan signifikan artinya penyuluhan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan ibu-ibu (p=0,001 atau p<0,05). Sedangkan hasil beda juga menunjukkan dimana antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan p=0,000 atau p<0,05).