Wasehudin
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HADIS JIBRIL DAN SPIRITUALITAS SEBAGAI KATALIS PERUBAH KARAKTER DAN SPIRITUAL SANTRI PONDOK PESANTREN DARUNNA’IM LEBAK-BANTEN Dadan Sunandar; Wasehudin
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 9: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.333 KB)

Abstract

Setiap orang berusaha mencari mendatangkan spirit masuk ke dalam hidup mereka melalui perkembangan pribadi, agama, meditasi, doa dan lain-lain. Kehidupan manusia yang cenderung materialis yang berakibat manusia kehilangan esensi dirinya menjadikan spiritualitas menjadi sangat penting. Krisis makna merupakan diantara bentuk krisis spiritual. Al-Qur’an dan Al-Sunnah yang memuat di dalamnya gagasan pokok tentang Iman, Islam dan Ihsan, menggambarkan bahwa penyelesaian keadaan itu harus dicari dari kehidupan lahir dan juga bathin. Tujuan utama dari pendidikan adalah untuk mengantarkan anak didik meraih kesempurnaan karakter liutammima makarimal akhlaq. Dan kesempurnaan karakter itu tidak bisa hanya mengandalkan intelektual saja, sementara jiwanya hampa dan kosong, karakternya tidak terbina, akhlaknya tidak tertata, muncul kegelisahan, kecemasan dan tatapan masa depannya tidak pasti. Metode/ pendekatan yang digunakan pada kali ini adalah Kulaitatif. Pendidikan harus mengembangkan dan meningkatkan intelektual spiritual. Sebab pengembangan intelektual saja tanpa spiritual, hidup menjadi gersang. Sebaliknya, spiritual tanpa intelektual kehidupan menjadi layu. Untuk mendapatkan makna dan mengatasi penyakit spiritual berupa kecemasan batin, takut mati, gelisah, merasa serba kekurangan, cinta jabatan dan kehormatan, keangkuhan adalah dengan mengamalkan tasawuf. Hal yang penting perlu ditanamkan pada jiwa santri di pondok pesantren Darunna’im yaitu sikap spiritualitas yang tinggi sehingga karakter kuat santri akan terbentuk dengan matang dan baik