Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASADALAM ACARA “PAGI-PAGI PASTI HAPPY” Irene Pabuntang
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 9: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.295 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wujud pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam acara Pagi-Pagi Pasti Happy. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari tuturan pembawa acara dan tamu dalam acara Pagi-Pagi Pasti Happy dalam media sosial youtube. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak. Metode simak digunakan untuk menyimak tuturan pembawa acara dan tamu dalam acara “Pagi-Pagi Pasti Happy” yang berkaitan dengan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Setelah itu, data dikumpulkan menggunakan teknik catat. Hasil penelitian mengemukakan bahwa ada dua wujud pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam acara “Pagi-Pagi Pasti Happy”, yaitu (1) pengancaman muka negatif dan (2) pengancaman muka positif. Pengancaman muka negatif terdiri dari tiga wujud, yaitu (1) tindakan yang mengakibatkan lawan tutur menyetujui atau menolak melakukan sesuatu, seperti memerintah, mengancam, dan menentang, (2) tindakan yang mengungkapkan upaya penutur melakukan sesuatu terhadap lawan tutur dan memaksa lawan tutur untuk menerima atau menolak tindak tersebut, seperti menawarkan, dan berjanji, dan (3) tindakan yang mengungkapkan keinginan penutur untuk melakukan sesuatu terhadap lawan tutur atau apa yang dimiliki oleh lawan tutur, seperti marah. Adapun pengancaman muka positif terdiri atas dua wujud, yaitu yaitu (1) tindakan yang memperlihatkan bahwa penutur memberi penilaian negatif terhadap lawan tutur, seperti mengkritik, mendakwa, dan menghina, dan (2) tindakan yang memperlihatkan sikap tidak peduli penutur terhadap muka positif lawan tutur, misalnya ungkapan yang tidak selayaknya dalam suatu situasi.
Positive Compliance Strategies About Covid-19 in @raffinagita1717 Caption Instagram Irene Pabuntang; Gusnawary Gusnawaty; Kaharruddin Kaharruddin
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 29 No 2 (2022): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.027 KB) | DOI: 10.24843/ling.2022.v29.i02.p03

Abstract

This study aims to determine positive politeness strategies regarding Covid-19 in the Instagram caption @raffinagita1717. The source of the research data is the Instagram caption @raffinagita1717 which discusses Covid-19 by posting from January 1, 2020, to June 30, 2021. The methode of this research is the observation method with the note-taking technique. Listening is done by listening to the Instagram caption @raffinagita1717 which discusses Covid-19. After that, record the speech that has been chosen purposively. The results show that the Instagram caption @raffinagita1717 which discusses Covid-19 uses positive politeness strategies. The research found four forms of positive politeness strategies, namely paying more attention to the interlocutor, using group intimacy markers, involving speakers and interlocutors in activities, and being optimistic. The form of paying more attention to the interlocutor using the form of a directive speech strategy in the form of attention. As for the form of using group intimacy markers, the strategic form is the use of close calls (bun, kawan, dan teman-teman). The form involves the speaker and the interlocutor in the activity using a strategic form of using exclamation points to invite (ayo, yuk, dan mari). Next, be optimistic using the form of a hope marker strategy (semoga dan bismillah)
Tuturan Imperatif, Apakah Santun? Analisis Kolom Komentar Instagram Presiden Joko Widodo Pabuntang, Irene; Gusnawaty; Kaharuddin
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v5i2.2275

Abstract

Tuturan imperatif banyak digunakan dalam instagram sebagai media interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kesantunan tuturan imperatif dalam kolom komentar instagram Joko Widodo. Sumber data adalah tuturan warganet dalam kolom komentar pada unggahan di instagram Joko Widodo dengan deskripsi “Seusai Jumatan di Masjid Al Iklhas, Kota Binjai, siang ini, saya bertolak ke Jakarta” tanggal 4 Februari 2022 yang mengandung kesantunan imperatif. Metode yang digunakan adalah metode simak dengan teknik salin. Penyimakan dilakukan dengan cara menyimak tuturan yang mengandung kesantunan imperatif dalam kolom komentar instagram Joko Widodo. Setelah itu, menyalin tuturan yang telah dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis tuturan imperatif, yaitu  tuturan kesantunan linguistik imperatif dan tuturan kesantunan pragmatik imperatif. Tuturan kesantunan linguistik imperatif menggunakan penanda tolong yang terdiri dari enam tuturan dan penanda mohon yang terdiri dari tiga tuturan. Tuturan kesantunan pragmatik imperatif terdiri dari dua wujud, yaitu tuturan interogatif dan tuturan deklaratif. Tuturan interogatif terdiri dari dua wujud, yaitu perintah sebanyak empat tuturan dan tuturan ajakan sebanyak dua tuturan. Tuturan deklaratif terdiri dari tiga wujud, yaitu suruhan sebanyak tiga tuturan, ajakan sebanyak tiga tuturan, dan permohan sebanyak dua tuturan.
Gaya Bahasa Personifikasi dalam Manuskrip “Hujan Bulan Juni” Karya Sapardi Djoko Damono Pabuntang, Irene
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 4 (2024): Kode: Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.65858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan gaya bahasa personifikasi dalam manuskrip puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam manuskrip puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono menggunakan gaya bahasa personifikasi. Gaya bahasa personifikasi tersebut berusaha mendekatkan sifat-sifat insan kepada benda yang tidak bernyawa atau abstrak. Penggunaan gaya bahasa tersebut sengaja dilakukan oleh penyair demi sebuah keindahan atau wujud kekreatifan penyair dalam mengkonstruksi sebuah bahasa. Wujud bahasa yang kreatif tersebut ialah penggunaan gaya bahasa perumpaan dan gaya bahasa personifikasi yang mampu menambah nilai estetika sebuah puisi.
Analisis Makna Leksikal Adverbia dalam Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari Irene Pabuntang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1935

Abstract

Analisis makna leksikal adverbial dalam novel “Perahu Kertas” karya Dewi Lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna leksikal adverbial dala novel “Perahu Kertas” karya Dewi Lestari. Sumber data penelitian ini adalah novel “Perahu Kertas” karya Dewi Lestari. Kemudian metode yang digunakan adalah metode simak dengan teknik catat. Penyimakan dilakukan dengan cara menyimak teks dalam novel dan mencatat kata yang mengandung makna leksikal adverbia. Kata tersebut telah dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel “Perahu Kertas” karya Dewi Lestari terdapat dua bentuk makna leksikal adverbial, yaitu adverbia dasar bebas dan adverbia turuan. Adverbia dasar bebas misalnya, paling → teramat, sangat, terlalu, terlampau, sangat dan lagi-lagi → kembali lagi. Adapun adverbia turunan terdiri atas 1) Adverbia turunan yang tidak berpindah kelas kata, misalnya jangan-jangan (reduplikasi) → barangkali, mungkin. 2) Adverbia turunan yang berasal dari berbagai kelas kata, misalnya terlalu (berafiks) → amat sangat. 3) Adverbia yang terjadi dari gabungan kategori lain, misalnya rasanya (N+ -nya) → kiranya. 4) Gabungan proses, misalnya sebaiknya (se- + A + -nya) → sepatutnya, sepantasnya.
THE USE OF REDUPLICATED ADJECTIVES IN CONTEMPORARY NOVELS Irene Pabuntang; Aryana N Qarimah
Paratext: International Journal of Language and Literature Vol 1 No 1 (2025): Paratext: Journal of Language and Literature
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reduplication adjectives are widely used in contemporary novels to show beauty. This study aims to determine the use of reduplication adjectives in contemporary novels. The data sources are sentences containing reduplication adjectives in three contemporary novels with the titles "Karena Aku Cinta" by Mita Juniar published by Zettu East Jakarta in 2014, "Kangen" by Putu Deriska published by Euthenia West Jakarta in 2015, and Perahu Kertas by Dewi Lestari published by Bentang Pustaka Yogyakarta in 2012. The method used is the listening method with a note-taking technique. The listening was done by reading the three novels and recording all the reduplication adjectives in the contemporary novels (“Karena Aku cinta” karya Mita Juniar, “Kangen” karya Putu Deriska, dan Perahu Kertas karya Dewi Lestari). The results show that there are two main forms, namely basic reduplication adjectives and affixed reduplication adjectives. The affixed adjectives are divided into five patterns: ber- D+R, se- D+R -nya, D+R -an, ter- D+R, and D+R -nya, which show the process of derivation and inflection as well as word class changes, such as from nouns or numerals to adjectives. In terms of meaning, adjective reduplication contains six types: sungguh-sungguh, walaupun, berulang-ulang, menyerupai, intensitas, dan superlatif.