Dalam bahasa Yunani, Autisme merujuk pada kata autos yang berarti “sendiri”. Autisme merupakan gangguan yang terkait dengan triad gejala yaitu perkembangan komunikasi, sosial, dan perilaku yang biasanya terjadi sebelum anak berusia 3 tahun. Kelainan yang terjadi pada anak autis disebut Autism Spectrum Disorder (ASD). Diperkirakan sistem pencernaan yang kurang baik dimiliki oleh sekitar 60% penyandang autisme, akhirnya terdapat sejumlah makanan tertentu yang gizinya tidak terserap secara sempurna. Akibatnya penyerapan gizi yang tidak sempurna yang dapat merusak otak yang dapat memperparah gejala autisme. Dilansir dari laman National Institute of Mental Health, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan memiliki gejala-gejala diantaranya perhatian yang kurang dan/atau hiperaktivitas-impulsivitas yang mengacau peran atau fungsi kemajuan pada otak anak. Penggunaan nomenklatur yang digunakan di Indonesia untuk peristilahan ADHD yaitu Gangguan Pemusatan Perhatian dan/atau Hiperaktif (GPPH). Pemakaian tata nama yang digunakan di Indonesia tidak terlepas dari klasifikasi gangguan yang dialami. Karena pada penggunaannya dilandasi berdasar dari jenis gangguan ADHD yang dimiliki yakni dengan hiperaktivitas atau tanpa hiperaktivitas. Sebuah penelitian pernah dilakukan dan menemukan adanya hubungan antara asupan makanan dengan aktivitas listrik otak pada anak dengan ADHD. Pengaruh asupan makanan yang diterima oleh anak dapat mempengaruhi hiperaktivitas. Hiperaktivitas anak dapat meningkat karena adanya gula dan zat tambahan makanan seperti pewarna makanan buatan atau perasa buatan. Oleh karena itu asupan makanan yang diberikan kepada anak seyogyanya diperhatikan oleh orang tua. Sudah seharusnya orang tua menyeleksi makanan yang mengandung perasa dan pewarna melalui pemilihan bahan makanan. Dengan begitu perlu adanya alternatif pengganti bahan makanan tersebut. Orang tua dapat menyiasati alternatif pengganti bahan makanan yang tidak mengganggu aliran listrik pada otak anak. Pola konsumsi mempengaruhi tingkat kesehatan gizi yang didasarkan pada pokok asupan yang terkandung dalam kebutuhan pada kandungan nutrisi tersebut. Sehingga untuk mengurangi perilaku berlebihan dan dampak negatif bagi kesehatan, maka anak autis dan ADHD perlu melakukan diet.