Latar Belakang diadakannya kegiatan orientasi MTBS karena angka kematian bayi dan anak masih tinggi di Kabupaten Bogor. sebesar 71 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan kematian bayi sebanyak 216 per 1000 kelahiran. Faktor Penyebab AKI dan AKB tersebut adalah usia ibu yang masih muda saat mengandung, adanya keracunan kehamilan atau toxaemia gravidarum dan hipertensi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran kegiatan orientasi di Kabupaten Bogor. Tujuan khusus untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat. Pembelajaran dilakukan secara blended learning, yaitu virtual dan klasikal. Fasilitator pusat mengajar secara virtual dan fasilitator local (lapangan) mengajar secara klasikal. Teori diberikan oleh fasilitator pusat, sedangkan praktek Latihan studi kasus MTBS dan MTBM oleh fasilitator local. peserta dapat mengklasifikasikan penyakit pada balita dan mengklasifikan bayi muda sehat dan sakit. Peserta latih sebanyak 15 orang dari 5 Puskesmas. Peserta dengan kriteria dokter, bidan dan perawat. Konsepnya dokter sebagai leader di Puskesmas, melakukan supervisi kegiatan yang dilakukan bidan dan perawat. Tugas mengklasifikan balita sakit dan bayi muda didelegasikan kepada bidan dan perawat. Bidan dan perawat mengkonsultasikan dan merujuk kepada peserta dengan profesi dokter. orientasi MTBS ini akan di implementasikan di Puskesmas masing-masing dengan format yang sudah dipelajari, sehingga mampu menekan angka kematian bayi muda dan balita di Kabupaten Bogor.