Pelaksanaan penelitian pada kebun hutan (munaan) di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur Indonesia bertujuan untuk (1) mengetahui simulasi produksi dan besarnya pendapatan jenis-jenis tanaman kebun hutan (munaan) generasi kedua oleh rakyat; (2) mengetahui tingkat kelayakan finansial pengusahaan kebun hutan (munaan) muda oleh rakyat. Objek penelitianya adalah petani atau masyarakat yang mengusahakan kebun hutan generasi kedua oleh rakyat dengan komoditi tanaman yang akan diteliti adalah tanaman durian, rambutan, cempedak, langsat, meranti dan kapur. Adapun plot penelitian di lakukan pada 5 kampung/desa di Kecamatan Barong Tongkok dengan masing-masing plot berukuran 20 x 20 m. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan rumus volume, riap, basal area untuk menghitung pohon meranti dan kapur, produksi buah-buahan dengan cara menimbang berat buah-buahan tersebut, sedangkan hubungan antar variabel dengan menggunakan persamaan regresi polynomial dengan melihat nilai koefisien regresi determinasi (R2); analisis kelayakan finansial menggunakan yaitu Pay Back Periode (PP), Net Present Value (NPV), Net B/C ratio dan IRR. Besarnya tingkat pendapatan pada masing-masing jenis buah durian, rambutan, langsat dan cempedak berbeda-beda tergantung besarnya produksi buah dan harga jualnya. Sedangkan besarnya total pendapatan pengusahaan kapur dan meranti tergantung total volume kayu sesuai dengan diameter dan basal areanya dan dikalikan dengan harga kayu itu sendiri. Kebun hutan (munaan) oleh rakyat sangat layak untuk diusahakan dengan nilai Pay Back Periode, Net Present Value (NPV) dan Net B/C pada tingkat diskon faktor 5% berturut-turut sebesar 19,8 tahun; Rp.21.340.000,- dan 1,40 serta IRR sebesar 6,8%.