The analysis about the financial advisability of agroforestry-based, autonomous HTR development was done using the concept of “present worth” or “present value” by using investment index or criteria: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (ORR), and Gross Benefit Cost Ratio (Gross BCR). The values of NPV, BCR dan IRR calculated using interest rate of 15% for 30 consecutive years of cultivation starting from the largest were as follows: 1) Jabon & corn: NPV = Rp. 103.564.000~-, BCR = 2,11 dan IRR= 50,57 %, 2) Rubber, jabon & corn: NPV = Rp. 73.669.000,-, BCR =1,63 dan IRR = 47,16 %, 3) Rubber & corn: NPV = Rp. 43.773.000,-, BCR = 1,31 dan IRR = 34,75 %, 4) Rubber, mahogany & corn: NPV = Rp.26.348.000,-, BCR = 1,23 dan IRR = 31,25%, and 5) Mahogany & corn: NPV = Rp. 8.924.000,-, BCR = 1,11 dan IRR = 17,45%. Financially, using interest rate of 15% and within 30 years of cultivation, the implementation of agroforestry-based, autonomous HTR development with the plants combinations of rubber & corn; mahogany & corn; rubber, jabon & corn; and rubber, mahogany & corn, is advisable to improve the income of the farmers. Kajian mengenai kelayakan finansial pembangunan HTR pola mandiri berbasis agroforestri, dianalisis dengan menggunakan konsep "present worth" atau "present value" dengan menggunakan indeks atau kriteria investasi: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return ORR), dan Gross Benefit Cost Ratio (Gross BCR). Besamya nilai NPV, BCR dan IRR dengan menggunakan suku bunga 15 % selama jangka pengusahaan 30 tahun berturut-turut mulai dari yang lebih besar adalah: 1) Jabon &jagung: NPV = Rp. 103.564.000~-, BCR = 2,11 dan IRR= 50,57 %, 2) Karet.jabon &jagung: NPV = Rp. 73.669.000,-, BCR =1,63 dan IRR = 47,16 %, 3) Karet &jagung : NPV = Rp. 43.773.000,-, BCR = 1,31 dan IRR = 34,75 % , 4) Karel, rnahoni & jagung : NPV = Rp.26.348.000,-, BCR = 1,23 dan IRR = 31,25%, 5) Mahoni &jagung: NPV = Rp. 8.924.000,-, BCR = 1,11 dan IRR = 17,45%. Secara finansial dengan menggunakan suku bunga 15% selama jangka pengusahaan 30 tahun, pelaksanaan pembangunan HTR Poia Mandiri berbasis agroforestri dengan kombinasi jenis tanaman karet & jagung; jabon & jagung; mahoni & jagung; karet, jabon & jagung; dan karet, mahoni dan jagung, menguntungkan/layak untuk diusahakan. Penerapan agroforestri dalam pembangunan HTR poia mandiri dapat meningkatkan pendapatan petani pengelola.