Yuniawati Yuniawati
Peneliti pada Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, JL. Gunung Batu No. 5 BOGOR 16610,

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PENYARADAN KAYU Acacia crassicarpa MELALUI PENERAPAN TEKNIK RAMAH LINGKUNGAN Sona Suhartana; Yuniawati Yuniawati
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i2.1515

Abstract

Penyaradan merupakan kegiatan yang membutuhkan biaya yang besar. Peningkatan produktivitas penyaradan harus diupayakan untuk menekan pengeluaran biaya penyaradan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2013 di areal kerja hutan tanaman PT Daya Tani KalBar, Distrik Rumbia, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peranan teknik pemanenan ramah lingkungan/Reduced Impact Logging (RIL) dalam rangka meningkatkan produktivitas penyaradan kayu Acacia crassicarpa dan meminimalkan biaya produksi penyaradan di hutan tanaman lahan gambut. Data produktivitas dan biaya sarad diproses ke dalam bentuk tabulasi dan dihitung rata-ratanya kemudian dianalisis menggunakan uji-t dengan software SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  Penerapan RIL dalam penyaradan kayu Acacia crassicarpa menghasilkan rata-rata produktivitas penyaradan sebesar 15,750 m3/jam lebih tinggi daripada teknik setempat, dengan selisih sebesar 1,825 m3/jam (11,59%). Rata-rata biaya penyaradan kayu dengan teknik RIL lebih rendah daripada teknik setempat yaitu sebesar Rp 30.332,52/m3 dengan selisih Rp 3.592,66/m3 (10,59%). Pemilihan alat penyaradan terutama pada areal lahan gambut harus melalui perencanaan yang tepat, karena kondisi kayu pada lokasi hutan tanaman dan hutan alam lahan kering dan gambut sangat berbeda.Kata kunci: Teknik penyaradan, Teknik Ramah Lingkungan, teknik setempat, lahan gambut