Language is a communication tool that is being used to interact with the goal of mutual understanding between each other. Communication became a liaison to the creation of an extraordinary things between mahout and elephant who was educated with language that is packaged in the form of the command. Elephant mahout commands against the impact on the interest of the community to better recognize the protected wildlife. During this research about the use of language to interact with the elephant mahout has never done, therefore this research is very important as a reference in improving the quality of services to the satisfaction of the visitors at the elephant training center. This research aims to describe and inventory of the use of language and techniques conducted activities in mahout ecotourism by using questionnaire and interview methods (one score one indicator). Results of the study showed that use of commands recorded 63 is divided into 40 verbal commands and command of 23 cues. These commands are classified based on the 3 parts of the body of an elephant which covers the head, body and leg with a different percentage of the amount of the difference. More elephant and mahout skills need to be developed at all activities of ecotourism activities mainly in the outdoor baths, so travelers can learn more about the scenery and the experience to better attract the attention of tourists not only at the time of the activity Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan makhluk hidup untuk berinteraksi dengan tujuan saling mengerti antara satu dengan yang lain. Komunikasi menjadi jalan penghubung terciptanya suatu hal yang luar biasa antara pawang dan gajah yang dididik dengan bahasa yang dikemas dalam bentuk perintah. Perintah pawang terhadap gajah berdampak pada ketertarikan masyarakat untuk lebih mengenal satwa dilindungi tersebut. Selama ini penelitian tentang penggunaan bahasa pawang untuk berinteraksi dengan gajah belum pernah dilakukan, oleh karena itu penelitian ini sangat penting sebagai acuan dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi kepuasan pengunjung di Pusat Latihan Gajah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginventarisasi penggunaan bahasa dan teknik yang dilakukan pawang dalam kegiatan ekowisata dengan menggunakan metode wawancara dan kuisioner (one score one indikator). Hasil penelitian menunjukan tercatat 63 penggunaan perintah yang dibagi menjadi 40 perintah verbal dan 23 perintah isyarat. Perintah tersebut diklasifikasikan berdasarkan 3 bagian tubuh gajah yang meliputi bagian kepala, badan dan kaki dengan jumlah presentase yang berbeda beda. Keterampilan gajah dan pawang perlu di kembangkan pada semua kegiatan ekowisata terutama kegiatan di kolam pemandian, sehingga wisatawan dapat mengetahui pemandangan dan merasakan pengalaman tersebut agar lebih menarik perhatian wisatawan bukan hanya pada saat kegiatan atraksi.