Dwi Apriani
Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

JENIS, PERILAKU, DAN HABITAT TURPEPEL (COURA AMBOINENSIS AMBOINENSIS)DI SEKITAR SUNGAI WAIRUAPA DESA WAIMITAL, KECAMATAN KAIRATU, SERAM BAGIAN BARAT Dwi Apriani; E. Badaruddin; L. Latupapua
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i2.1526

Abstract

Di Maluku, reptil yang tergolong hidup di perairan dan daratan adalah Buaya dan Penyu. Berbeda dengan penyu laut yang telah mendapatkan banyak perhatian pemerintah dan ilmuwan, ternyata kura-kura darat yang  oleh  sebagian  masyarakat  Maluku  Tengah  disebut Turpepel(Coura amboinensis amboinensis) belum banyak diketahui dan diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, perilaku, dan kondisi habitat yang sesuai bagi turpepel. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk jenis, perilaku, dan habitat turpepel dengan menggunakan metoda deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa perilaku turpepel ini adalah perilaku makan dan minum, tidur, berkembang biak, dan berjemur. Waktu yang dibutuhkan untuk setiap perilaku antara lain : Perilaku makan dan minum, pada pagi hari pukul 07.00 atau 07.30 WIT; Perilaku istirahat, lamanya waktu istirahat (siang) Turpepel tidak menentu, karena Turpepel beristirahat ketika mereka tidak melakukan aktivitas apapun; Perilaku tidur, pada petang atau malam hari pukul 18.30 atau 19.00 WIT; Perilaku berkembang biak, pada musim kawin; dan Perilaku berjemur, pada pagi hari pukul 07.00 atau 07.30 WIT dan hanya berjemur 15 sampai 20 menit. Turpepel menyukai tempat yang lembab gelap dan tempat yang kering gelap, sebab Turpepel hidup pada tipe habitat semi akuatik yaitu tipe habitat campuran daratan (tanah) dan air.Kata Kunci : Turpepel, Jenis, Perilaku, Habitat