This Author published in this journals
All Journal Geoplanart
Santi Prihastuti
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Perencanaan Dan Arsitektur Universitas Winaya Mukti Bandun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kebisingan Mesin Kompresor Terhadap Jarak Aman Kebisingan dan Upaya Pengendaliannya Santi Prihastuti
GEOPLANART Vol 2, No 1 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.112 KB) | DOI: 10.35138/gp.v2i1.136

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat maka dampak yang dihasilkan dari perkembangan teknologi juga semakin meningkat. Perkembangan teknologi menambah jumlah polusi udara semakin meningkat. Salah satu polusi udara yang dimaksud dalam hal ini adalah masalah kebisingan. Kebisingan merupakan bunyi atau suara yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan serta dapat menimbulkan ketulian. Permasalahan suara sering kita abaikan, namun pada jangka waktu tertentu dampak suara ini akan dirasakan oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menghitung nilai kebisingan yang tepat dan benar dalam mengetahui jarak aman pengaruh kebisingan akibat suara mesin compressor sebesar 90 dB(A) sesuai dengan Nilai Ambang Batas baku mutu tingkat kebisingan yang tertuang dalam KepMen LH No.48 tahun 1996.Metodologi pengukuran dan perhitungan data kebisingan mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup N0.49 tahun 1996. Pengukuran dilakukan selama 24 jam dengan waktu pengukuran adalah 10 menit tiap jam dan pencuplikan data setiap 5 detik. Pemilihan posisi titik pengamatan (receiver noise) di N1,dipilih dikarena area tersebut bersih dari gangguan aktivitas manusia dan mesin (background noise) sehingga diharapkan pengukuran kebisingan murni hanya suara dari sumber kompressor. Suara mesin kompressor sangat menggangu pendengaran dan aktivitas manusia, dari hasil pengukuran didapatkan besaran bising disekitar kompresor sebesar 76.2 - 96.2 dBA. Sedangkan dari hasil hitungan pada daerah penelitian didapatkan nilai kebisingan siang dan malam sebesar 56.0 dBA dimana nilai itu diatas nilai ambang batas untuk daerah pemukiman
Pengaruh Kualitas Udara Perkotaan Terhadap Willingness to Pay Menggunakan Metode Hedonic Price Santi Prihastuti; Anisa Utami
GEOPLANART Vol 5, No 1 (2022): EDISI NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/geoplanart.v5i1.622

Abstract

Pemantauan kualitas udara ambien roadside umumnya ditentukan pada lokasi yang memiliki kadar polutan yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Dari data DLH Kota Bandung tahun 2021 untuk 12 parameter kualitas udara yang diuji hanya parameter kebisingan yang melebihi baku mutu. Kesadaran akan dampak dari parameter kebisingan yang tidak memenuhi baku mutu dapat berpengaruh pada preferensi penduduk terhadap pemilihan lokasi hunian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kualitas udara perkotaan terhadap kesediaan membayar (Willingness to Pay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kualitas udara perkotaan terhadap WTP di Kota Bandung masih cukup kecil yaitu sebesar 29,47% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain tetapi parameter kebisingan berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil pemantauan kualitas udara ambien roadside yang tidak memenuhi baku mutu akan berpengaruh terhadap kesediaan membayar masyarakat dalam mempertimbangkan kualitas udara sebelum memilih lokasi hunian