Nilai pergerakan dari hasil penentuan posisi menggunakan GPS dipengaruhi oleh fenomena baik periodik maupun acak. Biasanya sinyal dari fenomena periodik tersebut direduksi dengan model untuk mendapatkan hasil pergerakan permukaan tanah yang sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini memproses time series dan analisis spektrum untuk memisahkan sinyal fenomena periodik yaitu pasnag surut bumi dari semua sinyal yang ditangkap oleh GPS berupa data RINEX. Data yang digunakan yaitu data CGPS BAKO bulan Januari tahun 2011. Metodologi analisis perbandingan hasil dengan model digunakan dalam penelitian ini. Metode Kinematic Precise Point Positioning (KPPP) GPS dan perangkat lunak open source RTKLIB digunakan untuk mengolah data RINEX GPS dan plotting hasil baik time series maupun spektrum energi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kesesuaian model pasang surut bumi dari IERS dengan sinyal pasang surut bumi di stasiun CGPS BAKO dan menentukan nilai ambang serta jenis pasang surut bumi di stasiun GPS tersebut. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa model pasang surut Bumi dari IERS berkesesuaian dengan hasil dari stasiun CPGS BAKO. Nilai tunggang pasang surut Bumi komponen Timur-Barat 0,437, Utara-Selatan 0,234, Atas-Bawah 0,781 meter. Jenis pasang surut bumi dominan semidiurnal untuk komponen Timur-Barat dan Atas-Bawah dan untuk Utara-Selatan dominan diurnal.