This Author published in this journals
All Journal Geoplanart
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Geoplanart

DESAIN RUANG KOMUNITAS YANG BERKELANJUTAN PADA ARENA KONTES TERNAK Husna Izzati
GEOPLANART Vol 1, No 2 (2017): Edisi November
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.211 KB) | DOI: 10.35138/gp.v1i2.140

Abstract

Sektor peternakan merupakan salah satu potensi wisata Kabupaten Bandung yang patut diperhitungkan keberadaannya dan memerlukan upaya optimal pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitasnya. Seiring dengan meningkatnya populasi, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi dan kualitas ternak. Penelitian untuk menghasilkan bibit-bibit unggul dari ternakpun terus ditingkatkan. Sejalan dengan hal tersebut, animo masyarakat terhadap bidang peternakan makin berkembang. Kegiatan beternak saat ini tidak hanya sebatas urusan mencari nafkah atau penyaluran hobi, tetapi berkembang menjadi kebutuhan akan apresiasi seni dan budaya. Berbagai kontes ternak dilakukan dengan tujuan untuk menemukan bibit unggul, meningkatkan daya saing secara positif antar peternak, berbagi pengalaman sesama peternak, menghibur masyarakat, hingga upaya untuk mengangkat dan mempertahankan budaya dan kesenian daerah. Kegiatan kontes ini biasanya dilakukan di lapangan-lapangan terbuka di area pemukiman dan beberapa area insidental yang dikenal sebagai arena kontes. Masih sangat jarang terdapat area yang secara infrastruktur diperuntukkan sebagai arena kontes ternak. Metodologi dari kajian desain arena kontes ternak menggunakan kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada melalui survey dan studi kasus, analisis dokumen, dan analisis kegiatan. Desain arena kontes ternak diharapkan menjadi infrastruktur milik pemerintah yang bisa mewadahi aktivitas dan kegiatan masyarakat terutama komunitas peternak. Sebagai wadah berkegiatan, desain terdiri dari dua zonasi area yaitu fasilitas utama (Tribun dan lapangan, dan area tambatan ternak) dan fasilitas penunjang (bangunan tiket dan pengelola, bangunan area istirahat untuk VIP , toilet dan mushola).