Sultan Takdir Alisabana
Faculty of Psychology, University of Merdeka Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan empati dengan resiliensi relawan tim tanggap darurat bencana Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang Sultan Takdir Alisabana
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.045 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8068

Abstract

A volunteer is someone who has a high commitment, ability and challenge to help a problem, especially in natural disaster management. Volunteers must have high empathy in helping victims of natural disasters. Empathy makes volunteers able to survive in a difficult situation and be able to withstand stress is called resilience. The purpose of this study was to determine the relationship between empathy and volunteer resilience in the process of natural disaster management. The method in this research is using cross- sectional quantitative, saturated sample technique (census) with a sample size of 30 respondents. The measuring instrument uses an empathy scale and a resilience scale. Data analysis using SPSS 22.0 for windows software. The results of the bivariate study obtained p = 0.000 with a value of r = 0.793 with a positive correlation direction, so there is a relationship between empathy and resilience which is very significant in the strong category and is directly proportional. So it can be said that the higher the level of empathy of a volunteer, the higher the level of resilience. Relawan merupakan seseorang yang memiliki komitmen, kemampuan dan tantangan tinggi untuk membantu suatu masalah, khususnya dalam penanggulangan bencana alam. Relawan harus memiliki empati yang tinggi dalam menolong korban bencana alam. Empati membuat relawan mampu bertahan didalam suatu situasi yang sulit dan mampu bertahan dalam sebuah tekanan disebut resiliensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara empati dengan resiliensi relawan dalam proses penanggulangan bencana alam. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif crossectional, teknik sampel jenuh (sensus) dengan jumlah sampel 30 responden. Alat ukur menggunakan skala empati dan skala resiliensi. Analisis data menggunakan software SPSS 22.0 for windows. Hasil penelitian bivariat didapatkan p = 0,000 dengan nilai r = 0,793 dengan arah korelasi positif, maka terdapat hubungan antara empati dengan resiliensi yang sangat signifikan dengan kategori kuat dan berbanding lurus. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi tingkat empati seorang relawan maka semakin tinggi tingkat resiliensinya.