Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia, serta termasuk dalam kawasan Ring of Fire. Salah satu gunung api aktif yang berpotensi menimbulkan ancaman bencana adalah Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan yang memerlukan peningkatan kapasitas pengetahuan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Gamalama pada siswa melalui pendekatan storytelling berbasis kearifan lokal Ternate. Kearifan lokal yang digunakan mencakup narasi turun-temurun komunitas Ternate tentang cara bertahan saat erupsi Gunung Gamalama, yang dituangkan dalam booklet storytelling berHAKI. Kegiatan dilaksanakan di SDN 64 Kota Ternate yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I dengan melibatkan 30 siswa kelas IV dan V sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesiapsiagaan bencana menggunakan media booklet, pemutaran video animasi, diskusi interaktif, serta kegiatan storytelling yang mendorong siswa berbagi pengalaman dan pengetahuan lokal terkait bencana. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner 10 item untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana, dimana sebanyak 86,7% siswa mencapai kategori pengetahuan baik pada saat post-test, meningkat dari 16,7% pada saat pre-test. Pendekatan storytelling berbasis kearifan lokal berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai langkah-langkah tanggap darurat erupsi Gunung Gamalama. Abstract Indonesia is a country with a high level of vulnerability to natural disasters due to its location at the convergence of three major tectonic plates—Pacific, Eurasian, and Indo-Australian—and its position within the Ring of Fire. Gunung Gamalama in Ternate City, North Maluku, is one of the active volcanoes that poses a significant disaster threat. School-age children represent a vulnerable group that requires increased disaster preparedness capacity. This community service activity aimed to enhance students’ understanding of disaster preparedness and empathy skills through a local wisdom-based storytelling approach. The activity was conducted at SDN 64 Ternate City, located in a high-risk disaster zone (KRB I), involving 30 students from grades IV and V. Methods included disaster preparedness counseling using booklet media, animated video screening, interactive discussions, and storytelling sessions that encouraged students to share local knowledge and experiences related to disasters. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments. Results demonstrated a significant improvement in students’ understanding, with 86.7% achieving the ‘good’ comprehension category in the post-test, compared to only 16.7% in the pre-test. The local wisdom-based storytelling approach proved effective in enhancing students’ understanding of emergency response procedures and building their readiness to face disaster situations.