Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peluang Indonesia dalam Kerangka Kerjasama Asean di Bidang Kesehatan Melalui ASEAN Framework Agreement on Services Paket 10 Abdurrasyid Zam Zami; Mala Mardialina; Ahmad Mubarak Munir
Indonesian Journal of Global Discourse Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Global Discourse
Publisher : The Department of International Relations Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.349 KB) | DOI: 10.29303/ijgd.v2i1.5

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melakukan eskplorasi terkait dengan liberalisasi jasa kesehatan. Lebih fokus lagi tulisan ini pada hakikatnya ingin melihat sejauh mana peluang Indonesia dalam kerangka kerjasama ASEAN di bidang kesehatan melalaui kerangka kerjasama AFAS Paket 10. Penelitian ini menggunakan konsep kerjasama dan rezim internasional dalam menjawab rumusan permasalahan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi melalui jurnal, dokumen resmi yang diperoleh melalui situs-situs resmi dari organisasi ataupun situs resmi pemerintahan, serta artikel yang terpublikasi online. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peluang Indonesia dalam jasa kesehatan melalui AFAS Paket 10. Peluang-peluang tersebut direpresentasikan dari tingkat keterbukaan komitmen (Schedule of Commitment) dan tingkat mobilisasi tenaga kesehatan dalam mode 1, 2, 3 dan 4. Selain itu, Indonesia juga memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang kesehatan melalui penyetaraan standar (Mutual Recognition Arrangement) dan alih teknologi. Peranan sektor jasa kesehatan berpeluang untuk mendapatkan investasi fasilitas kesehatan dari negara-negara ASEAN, yang dimana hal tersebut dapat mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Analisis Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Pengajuan dan Penerapan Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok Muhammad Royyan Fadli; Ismah Rustam; Ahmad Mubarak Munir
Indonesian Journal of Global Discourse Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Global Discourse
Publisher : The Department of International Relations Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.168 KB) | DOI: 10.29303/ijgd.v3i1.31

Abstract

This paper will discuss the motives behind the proposed and implementation of the Traffic Separation Scheme (TSS) in the Sunda and Lombok Strait during the first period of Joko Widodo's reign. During the first period of Joko Widodo's administration, Indonesia submitted a proposal for implementing TSS to the International Maritime Organization (IMO) in 2017. This policy is one of several policies of the Indonesian government in the actualization of the vision of the Global Maritime Nexus (GMN). The two straits, both the Sunda Strait and the Lombok Strait, are considered to have the potential to develop into a busier world shipping route due to their advantages and geostrategic values. In addition to improving shipping safety, applying and applying for a TSS cannot be separated from the aspects of legitimacy, identity and international norms as the motive, based on constructivism. This research uses the following data collection technique: interview, documentation and library study that compiles both primary and secondary data. This research also uses Miles & Huberman’s three stages of data analysis namely, data reduction, data display and drawing conclusions. This research concludes that identities and norms can influence state policies, in this case the submission and implementation of TSS in the Sunda and Lombok Strait.