Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Sensor LDR dan Sensor Raindrop pada Prototipe Automatic Sliding Roof System Ainiyyah Pramesta; Putri Wulandari; Urip Mudjiono; Anggara Trisna Nugraha
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 11 No. 01 (2021): Artikel Riset Periode April 2021
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.619 KB) | DOI: 10.47709/elektriese.v11i01.1622

Abstract

Automatic Sliding Roof System adalah sistem buka-tutup atap otomatis. Penggunaan Sliding Roof dilatarbelakangi oleh permasalahan pada gedung yang dapat memanfaatkan sinar matahari dan mengurangi masuknya sinar matahari sesuai kebutuhan. Metode yang digunakan dalam pengerjaan penelitian ini adalah rancang bangun, yang diawali dengan pembuatan prototipe dari Automatic Sliding Roof. Dilanjutkan dengan pengisian baterai oleh solar cell melalui solar charger controller. Sliding roof system ini dapat dioperasikan secara otomatis dan manual melalui tombol buka – tutup yang akan diproses pada Arduino Uno. Driver L298N akan mengendalikan motor stepper NEMA17 sebagai penggerak atap otomatis. Pada mode otomatis menggunakan sensor LDR sebagai pendeteksi cahaya sekitar, dan sensor hujan yang digunakan untuk mendeteksi hujan. Pembacaan kedua sensor akan terbaca oleh tampilan LCD yang selanjutnya akan diproses oleh mikrokontroler. Digunakan limit switch sebagai penghenti motor ada batas disaat membuka dan menutup. Prototipe dapat dioperasikan dan berjalan sesuai dengan perencanaan. Dari pengujian didapatkan bahwa setelah switch manual dalam posisi ON, maka atap akan bergerak membuka dan ketika pada posisi OFF atap menutup sesuai dengan switch buka-tutup. Ketika switch diubah otomatis maka LCD akan menampilkan pembacaan sensor LDR dan sensor hujan. Driver akan mendapatkan sinyal untuk menggerakkan motor dalam kondisi cuaca tertentu. Sehingga, atap dapat membuka dan menutup. Motor akan berhenti bergerak ketika atap telah menyentuh batas limit switch depan ataupun belakang.
Analisa Pentahanan Netral dengan Tahan Menggunakan Sistem TN-C Ayu Bintari; Urip Mudjiono; Anggara Trisna Nugraha
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 12 No. 02 (2022): Artikel Riset Oktober 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v12i02.1853

Abstract

Grounding System adalah seperangkat alat yang digunakan untuk mengalirkan arus berlebih ke tanah, sehingga melindungi manusia dari sengatan listrik. Pemakaian sistem TN-C terhadap Neutral Grounding Resistance untuk melihat optimalisasi dari penggunaan tersebut terhadap transformator dengan melihat nilai pentanahan. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa tidak ada laju penurunan nilai tahanan pentanahan menggunakan sistem pentanahan dengan tahanan menggunakan media resistansi. Tahapan penyusunan tugas akhir ini adalah dengan mengidentifikasi masalah berdasarkan masalah yang sering timbul dilapangan. Tahap kedua adalah studi literatur mengenai transformator, gangguan kelistrikan, sistem proteksi kelistrikan, sistem proteksi kelistikan, sistem pentahanan, dan jenis-jenis sistem pembumian. Lalu terdapat tahapan penyusunan laporan, penyiapan bahan dan material seperti mempersiapkan jaringan sistem TN-C, pengukuran dan pengambilan data dan yang terakhir adalah tahapan dalam analisa serta pembuatan data. Hasil pengukuran pentanahan tanah tanpa media resistansi pada lokasi 1 dan lokasi 2 sudah cukup baik untuk pemasangan grounding dengan nilai resistivitas sebesar 30 ?.m dan 100 ?.m, hasil pengukuran menggunakan media resistansi garam 30% air 70% di lokasi 1 dan lokasi 2 sudah cukup baik, dibawah ketetapan yang berlaku yaitu  dibawah 5 ?, hasil pengukuran menggunakan menggunakan media resistansi variasi garam 50%, air 50% dan garam 70%, air 30% pada lokasi 1 dan lokasi 2 variasi sudah sesuai dengan nilai ketentuan yang disepakati yaitu dibawah 5 ?.
Rancang Bangun Prototipe Sistem Kontrol Suhu dan Ketinggian Air pada Mesin Extruder Hafizh Ahmad Dzul A.Y; Urip Mudjiono; Anggara Trisna Nugraha
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 12 No. 02 (2022): Artikel Riset Oktober 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v12i02.1872

Abstract

Pada penelitian ini, akan dibuat prototipe sistem kontrol suhu yang akan mendinginkan air menggunakan thermoelectrik cooler sebagai alternatif pendingin yang menggunakan freon dan ukuran yang relative besar. Pada penelitian ini selain menggunakan thermoelectrik cooler sebagai bahan utama pendingin tetapi juga menggunakan kipas untuk membuang kalor dari thermoelectrik cooler tersebut sehingga suhu dingin yang dihasilkan menjadi lebih maksimal. Selain itu, Arduino juga digunakan sebagai kontrol utama alat ini dan mengatur relay yang mana jika alat tersebut telah mencapai suhu yang diinginkan akan otomatis mati agar menghemat energi, menampilkan suhu yang terbaca oleh sensor suhu pada LCD. Kegiatan penelitian diawali dengan proses berpikir ilmiah untuk mendapatkan gambaran tentang masalah penelitian yang akan dilakukan. Selama proses berpikir, kegiatan identifikasi masalah dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan. Pada penelitian kali ini, terdapat masalah yang terjadi pada mesin extruder tali mono yang menyebabkan rusaknya hasil produksi untuk pembuatan tali dan dan jaring. Rusaknya hasil produksi terletak pada proses pengkondisian suhu yang terdapat pada wadah bak air dingin yang suhunya juga panas akibat dari benang senar yang melewati tahap sebelumnya, hal ini menyebabkan hasil benang senar mudah putus dan menumpuk pada bak air dingin saat mesin beroperasi lama. Untuk menjaga kestabilan suhu pada  bak air mesin extruder, diperlukan sirkulasi air yang tepat tanpa membuang air lama yang telah panas dengan yang baru, yaitu dengan melewati sistem pendinginan pada tangki pendingin yang telah dirancang dengan baik. Dengan menjaga kestabilan suhu pada air, maka air yang seharusnya dapat mencapai suhu <70?C dan dapat merusak hasil produksi bahan dasar pembuatan tali dan jaring ini  dapat distabilkan hingga hampir sama dengan suhu air normal yaitu <27?C didaerah Surabaya dan sekitarnya.
Penerapan Kontroler Logika Fuzzy sebagai Sarana Pendidikan untuk Mengawasi Kesehatan Air di Tambak Imam Sutrisno; Edy Prasetyo Hidayat; Bima Wahyu Raebawa; Mat Sya'iin; Boedi Herijono; Urip Mudjiono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.475 KB)

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas budidaya unggulan di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari tingginya permintaan pasar terhadap udang, baik di pasar lokal maupun dari pasar internasional. Salah satu contoh jenis udang yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah udang vaname (Litopenaeus vannamei). Udang vaname atau disebut juga udang putih merupakan spesies udang yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, seperti Ekuador, Venezuela, Panama, dan Brazil. Selama ini di IBAP (Instalasi Budidaya Air Payau) Banjar Kemuning proses pengukuran parameter air secara manual dan tidak teratur mengakibatkan keterlambatan penanganan udang sakit. Melihat kondisi tersebut, penelitian ini akan membuat sistem yang mampu memantau dan mengklasifikasikan kondisi kualitas air pada tambak menggunakan metode fuzzy dengan parameter berupa pH, suhu, DO, TDS, dan kekeruhan air. Hasil klasifikasi dan pembacaan nilai parameter akan dikirimkan ke website. Berdasarkan hasil pengujian metode fuzzy rata-rata error pada toolbox Matlab dibandingkan Arduino adalah 1,06%. Sedangkan pada pengujian fuzzy menggunakan perhitungan manual dibandingkan dengan hasil pengujian pada toolbox Matlab terdapat error sebesar 0,44%