Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

تحليل الأخطاء النحوية والبـلاغية في قراءة النصوص الأدبية لطلاب الجامعة الإسـلامية الحكومية كديري لقسم اللغة العربيـة في الفصل الدراسي السـادس للعام الدراسي Umar Faruq
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 14 No. 1 (2016)
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.71 KB) | DOI: 10.30762/realita.v14i1.236

Abstract

Kemampuan pembacaan nusus adabi (teks sastra Arab) berpusat pada dua hal: Paham teks dan punya kepekaan apresiatif (dzauq) pada teks. Makna paham adalah memahami pola-pola struktur kalimat yang dipakai, sistematika penataan alinea, kandungan pemikiran dan topik teks. Sedangkan kepekaan apresiatif (dzauq) adalah kemampuan menghadirkan kembali suasana kejiwaan, rasa seni dan seting sejarah di mana teks dan pemilik teks itu lahir, lengkap dengan berbagai unsur pembentuk teks. Kepekaan apresiatif ini dikonstruk lewat hasil pemahaman mendalam atas teks yang dibaca. Itulah sebabnya, pembacan teks sastra Arab tidak cukup berbekal ilmu nahwu (sintaksis), tetapi juga harus ditopang kemampuan memahami kaidah-kaidah stilistika Arab (balagah) dan bisa memotret kandungan stilistika Arab pada teks yang dibaca. Kesalahan memahami teks berdampak pada kesalahan memahami pesan teks, sehingga maksud dari pemilik teks tidak tersampaikan.
تحليل الأخطاء النحوية والبـلاغية في قراءة النصوص الأدبية لطلاب الجامعة الإسـلامية الحكومية كديري لقسم اللغة العربيـة في الفصل الدراسي السـادس للعام الدراسي Umar Faruq
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 14 No. 1 (2016)
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.71 KB) | DOI: 10.30762/realita.v14i1.236

Abstract

Kemampuan pembacaan nusus adabi (teks sastra Arab) berpusat pada dua hal: Paham teks dan punya kepekaan apresiatif (dzauq) pada teks. Makna paham adalah memahami pola-pola struktur kalimat yang dipakai, sistematika penataan alinea, kandungan pemikiran dan topik teks. Sedangkan kepekaan apresiatif (dzauq) adalah kemampuan menghadirkan kembali suasana kejiwaan, rasa seni dan seting sejarah di mana teks dan pemilik teks itu lahir, lengkap dengan berbagai unsur pembentuk teks. Kepekaan apresiatif ini dikonstruk lewat hasil pemahaman mendalam atas teks yang dibaca. Itulah sebabnya, pembacan teks sastra Arab tidak cukup berbekal ilmu nahwu (sintaksis), tetapi juga harus ditopang kemampuan memahami kaidah-kaidah stilistika Arab (balagah) dan bisa memotret kandungan stilistika Arab pada teks yang dibaca. Kesalahan memahami teks berdampak pada kesalahan memahami pesan teks, sehingga maksud dari pemilik teks tidak tersampaikan.