This Author published in this journals
All Journal JURNAL BIOMEDIK
Novi H. Rampengan, Novi H.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TERAPI MALARIA PADA ANAK Rampengan, Novi H.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 7, No 3 (2015): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.7.3.2015.10437

Abstract

Abstract: Malaria is still a health problem in Indonesia because it is endemic in considerable parts of Indonesia. According to Riskesdas 2010, the most frequent causes of malaria were P. falciparum (86.4%) and P. vivax (6.9%), with mortality in all age groups increased more than 2 times in 2006-2009 compared to years before. One of the reasons is the increase of malaria parasite resistence to malaria treatment. Therefore, WHO and Ministry of Health in Indonesia recommend that malaria treatment must be by evidence of malaria infection with laboratory tests and malaria medicine must be in combination form to prevent the occurence of resistence. The first line treatment for uncomplicated malaria cases is DHP and AAQ meanwhile the second line is quinine and doxycycline. Moreover, the first line treatment for severe malaria cases is artesunate IV or artemeter IM and the second line is kinine IV.Keywords: plasmodium, malaria, uncomplicated malaria, severe malaria, combination therapyAbstrak: Malaria masih merupakan masalah di Indonesia karena terdapat endemis di sebagian besar wilayah Indonesia. Menurut Riskesdas tahun 2010 penyebab malaria yang tertinggi ialah P. falciparum (86,4%) dan P. vivax (6,9%) dengan angka kematian untuk semua kelompok umur meningkat >2 kali lipat pada tahun 2006-2009 dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya yaitu meningkatnya resistensi parasit malaria terhadap obat-obat malaria sehingga WHO dan Kemkes merekomendasikan bukti laboratorium terinfeksi malaria dan pemberian obat anti malaria diberikan kombinasi untuk mencegah resistensi. Lini I obat untuk terapi malaria tanpa komplikasi yaitu DHP, AAQ dan lini II kinin + doksisiklin, sedangkan lini I obat untuk terapi malaria berat yaitu artesunat IV atau artemeter IM dan lini II kinin IV.Kata kunci: plasmodium, malaria, malaria tanpa komplikasi, malaria berat, terapi kombinasi
DIAGNOSIS INFEKSI SITOMEGALOVIRUS PADA BAYI DAN ANAK Rampengan, Novi H.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 7, No 3 (2015): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.7.3.2015.9483

Abstract

Abstract: The prevalence of cytomegaloviral (CMV) infection is still high in developing countries, including Indonesia. CMV often causes intra-uterine infection with an incidence of 7 per 1,000 live births. Around 12.7% of babies with CMV infection develop symptoms since birth and around 13.5% of babies without any symptom develop sequel, including disruption of sensorineural hearing when the children age. CMV can be diagnosed with a single or combined examination by using amniocentesis, virus culture, PCR, antigenemia plus serologic IgM and IgG CMV, however, it is important to understand when these examinations will be performed and to evaluate the interpretation.Keywords: CMV, diagnosis, single examination, combined examinationAbstrak: Prevalensi infeksi sitomegalovirus (CMV) masih tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. CMV sering dapat menyebabkan infeksi intra-uterin dengan insidensi 7 per 1000 kelahiran hidup. Sebanyak 12,7% bayi yang terinfeksi CMV memperlihatkan gejala saat lahir dan sebanyak 13,5% bayi yang tidak memperlihatkan gejala berkembang menjadi sekuele termasuk di dalamnya gangguan pendengaran sensorineural saat anak-anak. Diagnosis CMV dapat dilakukan dengan pemeriksaan tunggal maupun kombinasi menggunakan amniosintesis, kultur virus, PCR, antigenemia serta serologi IgM dan IgG CMV, namun penting untuk mengetahui saat dilakukan pemeriksaan tersebut dan bagaimana interpretasinya.Kata kunci: CMV, diagnosis, pemeriksaan tunggal, pemeriksaan kombinasi