Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN KETETANGGAAN UNTUK MENCAPAI RESILIENSI DALAM MASA PANDEMI Fransisca Iriani R Dewi
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.526 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17644

Abstract

Everyone is under strain and stressed as a result of the COVID-19 epidemic. Life is in a state of uncertainty, with no notion what to do or how things will unfold in the next months. Simultaneously, this crisis necessitates large-scale behavioral changes and throws a substantial load of worry and pessimism on people and families. The family is society's smallest institution. As a consequence of the family, a generation is produced. To be able to raise a strong generation, a family must be strong. The basis of family structure determines the family's resiliency. The capacity to endure adversity or succeed in the face of life's challenges and troubles is referred to as resilience. The concept of resilience is gaining traction in the study of how individuals, families, and communities heal from trauma, such as trauma caused by a disaster, war, or the death of a loved one.Semua orang berada di bawah tekanan dan stres sebagai akibat dari epidemi COVID-19. Hidup berada dalam keadaan ketidakpastian, tanpa gagasan tentang apa yang harus dilakukan atau bagaimana hal-hal akan terungkap dalam beberapa bulan ke depan. Secara bersamaan, krisis ini memerlukan perubahan perilaku skala besar dan menimbulkan banyak kekhawatiran dan pesimisme pada orang dan keluarga. Keluarga adalah institusi terkecil dalam masyarakat. Sebagai konsekuensi dari keluarga, sebuah generasi dihasilkan. Untuk dapat membesarkan generasi yang kuat, sebuah keluarga harus kuat. Dasar struktur keluarga menentukan ketahanan keluarga. Kemampuan untuk bertahan dalam kesulitan atau berhasil dalam menghadapi tantangan dan kesulitan hidup disebut sebagai resiliensi. Konsep resiliensi mendapatkan daya tarik dalam studi tentang bagaimana individu, keluarga, dan komunitas sembuh dari trauma, seperti trauma yang disebabkan oleh bencana, perang, atau kematian orang yang dicintai.