Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIGITALISASI UMKM KE PLATFORM DARING Suzy Azeharie
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.27 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17645

Abstract

As a result of the Covid-19 outbreak for almost two years, many MSME traders or Small, Medium and Micro Enterprises have been significantly affected. One of the hardest hit business sectors are small traders selling food and beverage products, especially business players who still rely on offline sales. They experience a decrease in income due to not being able to reach customers more broadly, Due to various Impositions of Restrictions on Community Activities, customers are also unable to eat on the spot. The Community Service Team of FIKom, Tarumanagara University held a PKM activity by helping Kitchen Bejo business actors in Bekasi and Lautan Rasa Warung, in Ciawi, Bogor Regency register their business on an online selling platform, GoFood/GrabFood as well as take photos of the food/drinks being sold and then uploaded to the application. GoFood/GrabFood. This activity is related to the principles of marketing communication, namely the principles used to inform, persuade and remind consumers, either directly or indirectly, about the products and brands being sold.Akibat wabah Covid 19 hampir dua tahun ini, banyak pedagang UMKM atau Usaha Kecil Menengah dan Mikro yang terimbas secara signifikan. Salah satu sektor usaha yang paling terpukul adalah pedagang kecil yang menjual produk makanan dan minuman terutama pelaku usaha yang masih mengandalkan penjualannya secara luring.  Mereka mengalami penurunan pemasukan akibat tidak dapat menjangkau pelanggan secara lebih luas, Akibat berbagai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pelanggan juga tidak dapat makan di tempat. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FIKom Universitas Tarumanagara mengadakan kegiatan PKM dengan membantu pelaku usaha Dapur Bejo di Bekasi dan Warung Lautan Rasa, di Ciawi Kabupaten Bogor mendaftarkan usahanya pada platform jual daring yaitu GoFood/GrabFood sekaligus membuat foto foto makanan/minuman yang dijual lalu diunggah di aplikasi GoFood/GrabFood. Kegiatan ini berkaitan dengan prinsip komunikasi pemasaran yaitu prinsip yang digunakan untuk menginformasikan, mempersuasi dan mengingatkan konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengenai produk-produk dan merek-merek yang dijual.
KOMUNIKASI UNTUK KESEHATAN MENTAL: MENJAGA MENTAL TETAP SEHAT SELAMA PANDEMI Suzy Azeharie
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.711 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17669

Abstract

Rumah Singgah Peduli Cabang Jakarta Pusat located on Jalan Kernolong IV, No.33 RT 06 RW 08, Kenari Village, Senen Subdistrict is one of the halfway houses that serve as temporary huts for sick patients and referred to Gatot Soebroto Army Central Hospital (RSPAD) and Dr. Cipto Mangunkusumo National Central General Hospital (RSCM). The location of Rumah Singgah Peduli located in Central Jakarta is located close to the two type A Hospitals. Patients who stop are patients who come from outside the city or area and experience cost problems to pay for a layover during the treatment period. Daily contributions of Rp 10,000 are cash amounting to Rp 5,000 and dues for kitchen costs of Rp 5,000 making the limitations of halfway houses to meet the daily living needs of patients.  In addition to having to go back and forth to the hospital and treatment at both hospitals, many patients are currently afraid and anxious due to the endless pandemic. In a state of illness they are made anxious about the possibility of contracting the Covid 19 virus in addition to uncertainty about the situation of this outbreak. The FIKom UNTAR Community Service PKM team conducts communication activities by holding face-to-face and playing films that aim to keep patients and their companions excited, not giving up, not afraid and always have hope for healing. In short, keep the mental health of patients awake during this pandemic. In addition, the PKM Team helps The Care Halfway House by providing a number of patient needs such as vitamins, fans and mattresses.
KOMUNIKASI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN CAKUPAN IMUNISASI ANAK DI POSYANDU KAMPUNG BARENGKOK, DESA SUKASARI. Suzy Azeharie
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.141 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19918

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu yang terletak di berbagai tempat di tanah air idealnya menjadi tempat pertama bagi masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Fungsi utama dari Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu ini adalah untuk memantau tumbuh kembang seorang   bayi dan anak. Posyandu di Kampung Barengkok, Desa Sukasari Kabupaten Bogor terletak cukup terpencil dan didirikan di atas  sebidang tanah hibah penduduk. Akses jalan menuju kampung ini rusak karena setiap hari kendaraan bermuatan besar yang mengangkut batu dan pasir melewati jalan menuju ke desa tersebut, sehingga merusak aspal dan jalanan. Jarak dari rumah penduduk di Kampung Barengkok, Desa Sukasari yang relatif berjauhan juga membuat masyarakat enggan untuk mendatangi Posyandu. Selain itu kondisi Posyandu yang ada nampak kumuh dengan prasarana yang sangat terbatas. Salah satu layanan yang disediakan oleh Posyandu adalah memberikan imunisasi salah satu program pemerintah yang mewajibkan setiap anak usia di bawah satu tahun untuk melakukan vaksinasi agar mereka menjadi lebih sehat dan kuat.  Ada lima jenis imunisasi yang seharusnya wajib diberikan pada balita yaitu imunisasi hepatitis B, polio, BCG, campak, dan DPT-HBHiB. Akan tetapi keengganan dan ketidak mengertian penduduk desa akan manfaat imunisasi membuat pelaksanaan imunisasi di kampung ini tidak berjalan lancar. Oleh karena itu Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara melakukan kegiatan pengabdian di Posyandu Kampung Barengkok dengan mengajak ibu ibu kampung tersebut untuk aktif memeriksakan bayinya ke Posyandu. Tim membuat poster pentingnya imunisasi bagi bayi, membuat buku jadwal imunisasi bagi tiap keluarga, memberikan timbangan bayi dan kasur untuk ibu diperiksa, membuat kebun sehat yang ditanami tumbuhan herbal.