Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK ALGORITMA TIKTOK TERHADAP KONSUMSI MUSIK Regina Rachmadayanti; Finella Andini; Valerie Vanora Susilo; Wahyu Sheilma Syahroni
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.401 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.18090

Abstract

TikTok, a digital platform to share short videos is noted as one of the most popular apps nowadays. Trends are born in TikTok and influence other platforms, even the public in general. The virality factor draws people and music industry in as music is a core part of the app. As the pandemic strikes, the industry's main income from live performances was taken away and instead relies on digital streaming and sales. This article discusses the correlation between TikTok's algorithm and the consumption of music. TikTok tracks the watch time of each user, then recommends a video based on it. Many companies are born to create viral videos on TikTok. Blogs and interviews revealed that record labels could set up a collaboration with TikTok to spread a song using their influencers then TikTok could pull the trigger to put it everywhere using advertisements. On the other hand, another song could get popular naturally. The higher rate of new videos created using the popular track could increase it's position and streams in Spotify. Trends come and go, but artists stay. As the industry becomes more unsustainable day by day with "360 Deals" and just doing it for the sake of fame, music is becoming less lucrative, especially for the artists themselves. It would be better for all if artists choose creative freedom over fame using the long way, because developing passion for music takes a long time but can get an artist anywhereTikTok, sebuah platform digital untuk menyebarkan video singkat disebut sebagai salah satu aplikasi yang terpopuler akhir-akhir ini. Banyak tren yang lahir di TikTok dan mempengaruhi platform lain, bahkan mempengaruhi publik secara umum. Faktor viralitas menarik orang dan industri musik karena musik adalah bagian inti dari aplikasi tersebut. Saat pandemi menyerang, pendapatan utama industri musik yang dahulunya berasal dari pertunjukkan secara langsung menjadi hilang dan sebaliknya bergantung terhadap streaming dan penjualan secara digital. Artikel ini berdiskusi korelasi antara algoritma TikTok dan konsumsi musik. TikTok melacak waktu tonton setiap pengguna, dan akan merekomendasikan video berdasarkannya. Banyak perusahaan yang muncul bertujuan untuk membuat video menjadi viral di TikTok. Blog dan wawancara mengungkapkan bahwa label rekaman dapat berkolaborasi dengan TikTok untuk menyebarkan suatu lagu dan dengan para influencer, TikTok dapat meletakkannya di mana-mana dengan iklan. Di sisi lain, sebuah lagu dapat menjadi populer dengan sendirinya. Semakin banyak video baru yang menggunakan lagu tersebut, maka posisi dan streams lagu tersebut juga akan naik di Spotify. Tren akan datang dan pergi, tapi musisi akan terus ada. Industri musik semakin tidak berkelanjutan hari demi hari dengan “360 Deals” dan hanya melakukannya demi ketenaran, musik menjadi suatu jalur yang kurang menguntungkan terutama bagi musisi itu sendiri. Akan lebih baik untuk semuanya bila musisi memiliki kebebasan untuk berkreasi daripada ketenaran dengan jalan yang lebih panjang, karena untuk membangun semangat untuk musik membutuhkan waktu yang lama akan tetapi dapat membawa seorang musisi ke mana saja.