Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RISIKO PENGGUNAAN BERLEBIH DARI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI AREA YANG MENGALAMI PEMBATASAN TEMPORER (STUDI PADA SEKTOR PERGURUAN TINGGI) Richard Andrew; Vania Griselda Cudivia
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.701 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.18481

Abstract

Banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi berkembang lebih pesat dalam beberapa tahun terakhir.  Hal ini terjadi di berbagai kawasan di beberapa belahan dunia dan salah satu hal yang mendorong hal ini adalah kebijakan pembatasan temporer yang dijalankan oleh sejumlah negara.  Kebijakan ini dilakukan dengan sistem yang bertingkat pada beberapa daerah atau negara namun ada juga negara yang menetapkan kondisi yang sama untuk seluruh wilayahnya.  Satu hal yang sama dari jenis kebijakan ini adalah membatasi mobilitas langsung dari banyak orang sehingga hal ini tidak hanya berdampak pada sektor bisnis yang menargetkan keuntungan berkelanjutan tetapi juga berefek pada sektor nirlaba seperti sektor pendidikan tinggi.  Perubahan ini juga terjadi di Perguruan Tinggi karena banyak dari kampus itu tidak memiliki pengalaman untuk melakukan pembelajaran daring secara penuh namun dipaksa hampir dua tahun untuk menjalankan hal tersebut untuk ditawarkan kepada peserta didik mereka.  Dalam riset ini, tim peneliti juga menemukan bahwa ada banyak keunggulan dengan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi selama masa pembatasan temporer berlangsung.  Hanya saja, tim yang sama juga menemukan bahwa penggunaan berlebih dari hal ini dapat memberikan masalah yang lebih besar terutama jika dilakukan dalam jangka yang lebih panjang bagi banyak civitas akademika yang terkait di dalamnya dan oleh sebab itu hal ini harus dimitigasi di masa mendatang agar risikonya tidak terlalu tinggi.