Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN RAK TEMPEL DINDING BERBAHAN BESI NAKO KEPADA SISWA PASRAMAN NON FORMAL KERTAJAYA TANGERANG I Wayan Sukania; Bratayuda Raya; Jennifer Juyanto
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.843 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19901

Abstract

Demi tercapainya tujuan pembelajaran, fasilitas ruang kelas harus memadai. Hasil pengamatan di ruang kelas dan ruang terbuka di Pasraman Kertajaya Tangerang menunjukkan masih ada kekurangan yang harus segera diatasi. Salah satu sarana yang kurang yaitu tidak tersedianya rak tempel di dinding sebagai tempat meletakkan alat, produk pajangan yang mendukung suasana kelas. Permasalahan dari sisi siswa adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki saat ini. Wawancara dengan sejumlah siswa kelas 11 dan diskusi dengan Ketua Pasraman Non Formal Kertajaya, menghasilkan informasi adanya kebutuhan dan keinginan kuat dari siswa untuk belajar ilmu dan meningkatkan ketrampilan khususnya perancangan dan pembuatan produk melalui proses pengelasan. Maka dari itu kegiatan pelatihan ini akan menggunakan teknik pengelasan dasar sangat tepat dilakukan untuk menjawab 2 permasalahan yang dihadapi Pasraman Non Formal Kertajaya Tangerang. Kegiatan ini akan dilakukan dalam tiga tahap, tahap pertama adalah tahap pemaparan teori kemudian tahap perancangan dan terakhir adalah tahap praktik lapangan. Pada tahap pertama telah dihasilkan berbagai konsep rak tempel dinding. Berbagai konsep disaring dan dipilih menggunakan kriteria yang telah ditentukan sehingga diperoleh 1 konsep terbaik. Tahap kedua dilakukan di lapangan yaitu berupa kegiatan untuk mewujudkan desain yang sudah dipilih. Beberapa proses yang dilakukan antara lain adalah pengukuran bahan, pemotongan, pengamplasan, gerinda, mengerol, pengelasan, pengeboran dan pengecatan. Sebelum dan sesudah praktik peserta mengisi kuisioner. Secara umum kegiatan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para siswa.