Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KURANG OPTIMALNYA PEMBAKARAN PADA AUXILIARY BOILER YANG MENGHAMBAT PROSES BONGKAR MUATAN DI MT. ENDURO Sarifuddin; Wisnu Handoko; Wida Yuliati
Dinamika Bahari Vol 8 No 1 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.989 KB) | DOI: 10.46484/db.v8i1.68

Abstract

Ketel uap bantu di kapal merupakan salah satu permesinan bantu yang memiliki perananpenting untuk menghasilkan uap panas yang berkualitas. Kegunaan dari uap ini adalah untukmemanaskan bahan bakar, ruangan, zat cair dalam tangki, fresh water jacket cooling,menggerakkan pompa turbin dan lain sebagainya. Agar menghasilkan uap yang berkualitas dandalam jumlah banyak maka dibutuhkan pembakaran yang sempurna pada ketel uap bantu.Penelitian ini dilakukan di kapal MT. Enduro. Sumber data yang diperoleh adalah data primeryang diperoleh langsung dari tempat penelitian serta data sekunder yang diperoleh dariliteratur-literatur yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil kerja yang diperoleh daripenelitian ini menunjukkan bahwa tidak optimalnya pembakaran pada ketel uap bantudisebabkan karena temperatur bahan bakar yang tidak sesuai yang disebabkan oleh rusaknyaheater, kurangnya suplai udara disebabkan oleh rusaknya elektromotor, macetnya fire damperdisebabkan oleh rusaknya magnetic contactor, nozzle burner kotor disebabkan oleh bahan bakaryang masuk ke dalam nozzle burner tidak melalui proses pemisahan di dalam purifier.
PENGARUH KURANGNYA SUPPLY GAS LEMBAM DALAM PENANGANAN MUATAN DI MT. GANDINI DENGAN METODE FISHBONE Sarifuddin; Winarno; Jijin Arga Saputra
Dinamika Bahari Vol 8 No 2 (2018): Edisi Mei 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.944 KB) | DOI: 10.46484/db.v8i2.76

Abstract

Inert gas adalah gas atau campuran gas yang tidak mendukung cukup oksigen untukmendukung pembakaran hidrokarbon. Di MT. Gandini, inert gas dihasilkan olehpembakaran di dalam scrubber dan sekaligus dibersihkan dengan menggunakan air lautdengan cara dikabutkan, sehingga kotoran hasil pembakaran jatuh ke bawah danselanjutnya dialirkan ke overboard dan gas yang bersih dialirkan menuju deck water seal,selanjutnya masuk ke tangki muatan. Faktor penyebab supply gas lembam yang masuk kedalam tangki muatan kurang adalah rusaknya demister filter dan tersumbatnya saluran pipainstalasi dari Scrubber menuju Deck Water Seal.Hasil dari penelitian adalah tersumbatnya saluran pipa instalasi dari Scrubber menujuDeck Water Seal diakibatkan oleh jelaga yang dihasil dari pembakaran dalam Scrubberyang menumpuk, sehingga lubang pipa semakin lama semakin mengecil yang mengakibatkansupply gas lembam ke dalam tangki terhambat. Dampak tersebut yang membuat supply gaslembam ke dalam tangki muatan kurang optimal.
KEAUSAN CRANK PIN JOURNAL CRANKSHAFT PADA DIESEL ENGINE GENERATOR DI. MV. KARTINI BARUNA Tristanto Prasetya; Sarifuddin; Budi Joko Raharjo
Dinamika Bahari Vol 9 No 1 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.433 KB) | DOI: 10.46484/db.v9i1.81

Abstract

Crankshaft merupakan komponen mesin yang bekerja mengubah gerak lurus bolakbalikpiston dengan perantara batang piston menjadi gerak putar. Untuk mengubahnya,dengan proses sebuah crankshaft membutuhkan pena engkol (crank pin, sebuah bearingtambahan yang diletakkan di bagian ujung batang penggerak pada tiap silinder. Mengingat pentingnya fungsi crankshaft maka keberadaan komponen mesin tersebutharus dirawat dengan baik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode fault treeanalysis, yaitu metode analisa yang digunakan apabila terdapat suatu kejadian yang tidakdiinginkan atau undesired event terjadi pada suatu sistem. Sistem tersebut kemudiandianalisa dengan kondisi lingkungan dan operasional yang ada. Dengan melaksanakan prosedur tersebut diharapkan sistem operasional dieselgenerator dapat berfungsi secara normal dan maksimal, sehingga kegiatan pelayaran danperusahaan tidak mengalami kerugian yang disebabkan terganggunya operasional kapal.Pada akhir bagian penelitian. Penulis menyajikan kesimpulan dan saran.