Muzakkir Muzakkir
Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Orang Tua Keluarga Miskin dalam Meningkatkan Pendidikan Anak Muzakkir Muzakkir; Rizki Yunanda
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol 7, No 1 (2021): Dinamika Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v1i1.3803

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “Strategi Orang Tua Keluarga Miskin Dalam Meningkatkan Pendidikan Anak”. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Namploh Papeun Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui. Apa yang menjadi motivasi para orang tua dari keluarga miskin mendorong anaknya untuk menempuh pendidikan hingga keperguruan tinggi dan bagaimana strategi para orang tua dari keluarga miskin dalam mendorong anaknya untuk menempuh pendidikan hingga keperguruan tinggi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Motivasi McClelland. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang diperoleh melalui proses wawancara mendalam serta menggunakan pengumpulan dokumentasi sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi para orang tua dari keluarga miskin mendorong anaknya untuk menempuh pendidikan hingga keperguruan tinggi karena budaya malu jika tidak menyekolahkan anaknya. Selain itu juga dipenguruhi oleh keinginan anak yang kuat untuk tidak menatap di Gampong kecuali bersekolah. Sehingga apapun pekerjaan mereka bukan menjadi persoalan. Karena menyekolahkan anak tetap menjadi pilihan bagi mereka walaupun harus berhutang. Bagi orang tua keluarga menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi adalah bagian dari sebuah kesenangan dalam kehidupan sosial masyarakat setempat dengan yang lain, sangat tidak lazim bagi para orang tua, mereka sangat malu dengan masyarakat Gampong jika anaknya tidak  melanjutkan pendidikan.