Heri Budi Santoso
Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani Km 35,8 Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KELAINAN STRUKTUR ANATOMI SKELETON FETUS MENCIT AKIBAT KELAINAN STRUKTUR ANATOMI SKELETON FETUS MENCIT AKIBAT KELAINAN STRUKTUR ANATOMI SKELETON FETUS MENCIT AKIBAT KELAINAN STRUKTUR ANATOMI SKELETON FETUS MENCIT AKIBAT KAFEIN KAFEIN KAFEIN KAFEIN Heri Budi Santoso
Bioscientiae Vol 1, No 2 (2004): Bioscientiae Volume 1 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.852 KB) | DOI: 10.20527/b.v1i2.134

Abstract

Kafein yang dikonsumsi oleh wanita hamil dengan pola yang tidak beraturan menimbulkan berbagai penyakit. Mengingat kafein memiliki kemampuan menurunkan aktivitas enzim polimerase DNA, menginduksi mitosis pada sel-sel mamal sebelum replikasi DNA berakhir sempurna, serta menghambat aktivitas enzim fosfodiesterase (Beck & Urbano, 1991), maka diduga kafein potensial menimbulkan kelainan perkembangan embrio. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek pemberian kafein secara oral pada induk mencit bunting selama masa organogenesis terhadap struktur anatomi skeleton fetus mencit. Dua puluh empat ekor mencit bunting yang dikelompokkan secara acak menjadi empat kelompok diberi kafein secara oral dengan dosis 40, 80, 120 mg/kg bb/hari dan kontrol diberi akuades selama masa organogenesis mulai hari ke 6 sampai hari ke 15 kebuntingan. Pada hari ke 18 kebuntingan dilakukan pembedahan pada bagian perut untuk mengeluarkan fetus dari uterus. Skeleton yang diamati meliputi pertumbuhan dan ada tidaknya kelainan secara anatomis pada skeleton appendiculare dan skeleton axiale setelah skeleton diwarnai dengan A l c i a n B l u e - A li z a ri n R e d S menurut metode Inouye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafein menyebabkan terbentuknya “jembatan costae”, ekor bengkok, kaki torsi, serta terhambatnya penulangan pada sternum, metacarpus, metatarsus fetus mencit.