Dewa Nyoman Redana
Universitas Panji Sakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM BLT-DANA DESA KEPADA MASYARAKAT MISKIN TERDAMPAK COVID-19 DI DESA PATAS KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG Dewa Nyoman Redana; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.551 KB) | DOI: 10.37637/locus.v14i2.1023

Abstract

Sejak berjangkitnya wabah Covid-19 pada awal tahun 2020 telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Khusus dibidang ekonomi wabah Covid-19 telah menyebabkan runtuhnya perekonomian dan menyebabkan munculnya keluarga-keluarga miskin baru. Untuk membantu meringankan beban keluarga miskin terdampak Covid-19 pemerintah mengucurkan bantuan uang tunai lewat BLT-Dana Desa. Beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah Implementasi kebijakan BLT-DD kepada keluarga miskin terdampak Covid-19 di Desa Patas ?;  2) bagaimanakah dampak pemberian BLT-DD terhadap kehidupan keluarga miskin di desa Patas ?; dan 3) bagaimanakah evaluasi kebijakan pemberian BLT-DD kepada kehidupan keluarga miskin terdampak Covid-19 di Desa Patas  ? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa Implementasi kebijakan BLT-Dana Desa kepada masyarakat miskin terdampak Covid-19 di Desa Patas mencakup kelompok sasaran ( target group) dalam hal ini keluarga miskin merupakan tujuan utama kebijakan. Juga diperlukan adanya kemampuan strategi untuk mendukung adanya perubahan perilaku kelompok sasaran. Selanjutnya pengawasan terhadap implementasi kebijakan tersebut sangat dipelukan supaya tidak mismanagement. Pada akhirnya moral yang baik dari pelaksana terutama adanya komitmen, kejujuran dan sifat demokratis santa diperlukan dan menghindari adanya konflik internal. Dampak dari implementasi kebijakan BLT-Dana Desa kepada keluarga miskin terdampak Covid-19 di Desa Patas berupa dampak positif yakni dampak yang diharapkan . Sedangkan dampak negatifnya adalah dampak yang tidak diharapkan dimana dengan adanya pemberian bantuan tersebut oleh pemerintah, masyarakat menjadi manja dan selalu menunggu bantuan dari pemerintah. Juga bantuan tersebut dimanfaatkan untuk hal-hal negatif seperti membeli rokok, membeli minuman keras, dan berjudi. Evaluasi pelaksanaan Program BLT-Dana Desa di Desa Patas dilakukan terhadap isi kebijakan yakni BLT-Dana Desa tersebut dianggap sudah cukup berhasil mewujudkan tujuannya yaitu menumbuhkan daya beli dan meningkatkan perekonomian keluarga miskin terdampak Covid-19. Evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan lebih ditekankan pada periode pencairan uang tunai bantuan BLT-Dana Desa yang 3 ( tiga bulan ) sekali dan tempat pembagiannya tidak terpusat di kantor desa. Sedangkan evaluasi terhadap dampak kebijakan lebih ditekankan pada bagaimana meningkatkan dampak positifnya dan berusaha mengurangi bahkan menghilangkan dampak negatifnya.
MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN BULELENG Made Jaka Arisudana; Dewa Nyoman Redana
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1484

Abstract

Wilayah Kabupaten Buleleng yang sangat luas dengan potensi terjadinya bencanacukup tinggi memerlukan kesiapsiagaan berbagai pihak untuk mengantisipasinya. Berkaitandengan hal tersebut perlunya manajemen penanggulangan bencana demi meminimalisirresiko yang ditimbulkan oleh bencana yang terjadi.Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa pokok permasalahan yang muncul dalampenelitian ini adalah : 1) bagaimanakah manajemen penanggulangan bencana di BPBDKabupaten Buleleng ? ; 2) apa sajakah faktor pendukung dan faktor penghambat manajemenpenanggulangan bencana di BPBD Kabupaten Buleleng ? ;Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitiandeskriptif kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang manajemenpenanggulangan bencana di BPBD Kabupaten Buleleng. Pengambilan informanmenggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakanteknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan,dengantahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa manajemen penanggulanganbencana di BPBD Kabupaten Buleleng dilaksanakan dengan empat langkah yakniperencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating), danpengawasan/pengendalian (controlling).Faktor pendukung internal manajemen penanggulangan bencana di BPBDKabupaten Buleleng adalah adanya SOP dan pedoman tentang tatacara penanggulanganbencana yang menjadi acuan bagi para pegawai di BPBD Kabupaten Buleleng dalammelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melakukan penanggulangan bencana.Pendukung eksternalnya adalah terbentuknya beberapa komunitas relawan serta kerjasamadengan Undiksha dengan membentuk Kampus Siaga Bencana. Faktor penghambatinternalnya adalah masih kurangnya jumlah SDM dan sarana prasarana yang dimiliki untukpenanggulangan bencana. Sedangkan faktor penghambat eksternalnya adalah masihminimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penanggulangan dan mitigasibencana.